Uber Dapat Kucuran Dana Rp47,7 Triliun di Arab Saudi
Jum'at, 03 Juni 2016 - 19:24 WIB
Uber Dapat Kucuran Dana Rp47,7 Triliun di Arab Saudi
A
A
A
RIYADH - Perusahaan aplikasi transportasi asal Amerika Serikat, Uber mendapatkan kucuran dana sebesar USD3,5 juta atau setara Rp47,7 triliun (kurs rupiah Rp13.600) dari sebuah perusahaan modal di Arab Saudi. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memperluas layanan transportasi online di Timur Tengah, dimana perusahaan mengatakan 80% pemakai jasa Uber di Arab Saudi mayoritas adalah perempuan.
Dilansir BBC, Jumat (3/6/2016) pendanaan tersebut akan membuat Uber menjadi perusahaan berbasis penggalangan modal dengan valuasi terbesar di dunia yakni USD62,5 miliar. Sementara Uber sendiri dikabarkan mempunyai rencana untuk melebarkan bisnisnya dengan menyiapkan investasi sebesar USD250 juta untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
(Baca Juga: Ojek Online Uber dan Grab Dibekukan di Thailand)
Disebut sebagai sebuah perusahaan transportasi yang sedang menanjak naik di dunia, namun Uber kerap masih bermasalah pada beberapa negara seperti yang terjadi di China, yang masih berbenturan dengan aplikasi lokal. Sedangkan di Thailand, layanan transportasi online masih terlarang di tengah kekhawatiran atas standar dan lisensi pengemudi.
Hingga kuartal pertama tahun ini, Uber memiliki lebih dari 395.000 pengguna aktif, melonjak lima kali lipat dari data tahun sebelumnya. Pengemudi Uber juga sudah tercapai 19.000 orang, naik 400 persen dibanding tahun 2015.
Uber sendiri beroperasi di Arab Saudi sejak awal 2014 dan sekitar 80% penggunanya, yang total sebanyak 130.000 orang, di negara itu adalah perempuan. Sementara Komisi Eropa memperingatkan larangan untuk transportasi online hanya dapat ditempuh sebagai langkah terakhir. Mereka menerapkan batasan layanan online harus proporsional untuk kepentingan umum.
Dilansir BBC, Jumat (3/6/2016) pendanaan tersebut akan membuat Uber menjadi perusahaan berbasis penggalangan modal dengan valuasi terbesar di dunia yakni USD62,5 miliar. Sementara Uber sendiri dikabarkan mempunyai rencana untuk melebarkan bisnisnya dengan menyiapkan investasi sebesar USD250 juta untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
(Baca Juga: Ojek Online Uber dan Grab Dibekukan di Thailand)
Disebut sebagai sebuah perusahaan transportasi yang sedang menanjak naik di dunia, namun Uber kerap masih bermasalah pada beberapa negara seperti yang terjadi di China, yang masih berbenturan dengan aplikasi lokal. Sedangkan di Thailand, layanan transportasi online masih terlarang di tengah kekhawatiran atas standar dan lisensi pengemudi.
Hingga kuartal pertama tahun ini, Uber memiliki lebih dari 395.000 pengguna aktif, melonjak lima kali lipat dari data tahun sebelumnya. Pengemudi Uber juga sudah tercapai 19.000 orang, naik 400 persen dibanding tahun 2015.
Uber sendiri beroperasi di Arab Saudi sejak awal 2014 dan sekitar 80% penggunanya, yang total sebanyak 130.000 orang, di negara itu adalah perempuan. Sementara Komisi Eropa memperingatkan larangan untuk transportasi online hanya dapat ditempuh sebagai langkah terakhir. Mereka menerapkan batasan layanan online harus proporsional untuk kepentingan umum.
(akr)
Lihat Juga :