Bursa Asia Ditutup Mixed, IHSG Berakhir Menguat
Senin, 06 Juni 2016 - 16:37 WIB
Bursa Asia Ditutup Mixed, IHSG Berakhir Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin (6/6/2016) kembali menguat 42,10 poin atau 0,87% ke level 4.896,02 pukul 16.00 WIB.
Penguatan indeks sudah kentara sejak pagi tadi, dimana dibuka cerah alias naik 8,65 poin atau 0,18% ke level 4.862,57 dan pada sesi perdagangan I, IHSG menguat 0,56% atau 27,4 poin ke level 4.881,33.
Menguatnya indeks dipicu oleh berototnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Sementara itu, bursa Asia ditutup mixed pada hari ini, dimana saham Jepang jatuh yang didorong oleh pelemahan yen mengikuti lemahnya dolar Amerika Serikat (USD).
Mengutip dari CNBC, Senin (6/6/2016), indeks Nikkei 225 ditutup turun 62,20 poin atau 0,37% ke level 16.580,03. Di Australia, ASX 200 berakhir 41,51 poin atau 0,78% pada angka 5.360,40, dipimpin oleh kemajuan bahan sub-indeks sebesar 3,8% dan gain 11,85% dari sub-indeks emas.
Pasar China berakhir mixed, dengan komposit Shanghai turun 4,39 poin atau 0,15% pada level 2.934,28, sedangkan komposit Shenzhen ditutup naik 5,31 poin atau 0,27% pada 1.920,12. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,14 persen pada 3:12 HK / SIN.
Roller coaster bursa saham Asia ini imbas dari rilis data ketenagakerjaan Negeri Abang Sam yang pada Mei lewat, hanya menciptakan 38.000 pekerjaan jauh dibawah 162.000 pekerjaan yang diharapkan. Sehingga menimbulkan keraguan pada pemulihan ekonomi dan membuat ketidakpastian atas Federal Reserve yang mungkin menaikkan suku bunga.
Adapun, transaksi di bursa Indonesia tercatat mencapai Rp4,896 triliun dengan 4,024 miliar saham yang diperdagangkan. Dan transaksi bersih asing mencapai Rp513 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,65 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,16 triliun. Tercatat dari 415 saham yang diperdagangkan sebanyak 163 saham naik, 139 saham melemah, dan 113 saham stagnan.
Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 2,54%, diikuti saham infrastruktur yang naik 1,54%.
Untuk saham-saham yang berakhir top gainers adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (AASI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham yang top losers yaitu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI), dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI).
Penguatan indeks sudah kentara sejak pagi tadi, dimana dibuka cerah alias naik 8,65 poin atau 0,18% ke level 4.862,57 dan pada sesi perdagangan I, IHSG menguat 0,56% atau 27,4 poin ke level 4.881,33.
Menguatnya indeks dipicu oleh berototnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Sementara itu, bursa Asia ditutup mixed pada hari ini, dimana saham Jepang jatuh yang didorong oleh pelemahan yen mengikuti lemahnya dolar Amerika Serikat (USD).
Mengutip dari CNBC, Senin (6/6/2016), indeks Nikkei 225 ditutup turun 62,20 poin atau 0,37% ke level 16.580,03. Di Australia, ASX 200 berakhir 41,51 poin atau 0,78% pada angka 5.360,40, dipimpin oleh kemajuan bahan sub-indeks sebesar 3,8% dan gain 11,85% dari sub-indeks emas.
Pasar China berakhir mixed, dengan komposit Shanghai turun 4,39 poin atau 0,15% pada level 2.934,28, sedangkan komposit Shenzhen ditutup naik 5,31 poin atau 0,27% pada 1.920,12. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,14 persen pada 3:12 HK / SIN.
Roller coaster bursa saham Asia ini imbas dari rilis data ketenagakerjaan Negeri Abang Sam yang pada Mei lewat, hanya menciptakan 38.000 pekerjaan jauh dibawah 162.000 pekerjaan yang diharapkan. Sehingga menimbulkan keraguan pada pemulihan ekonomi dan membuat ketidakpastian atas Federal Reserve yang mungkin menaikkan suku bunga.
Adapun, transaksi di bursa Indonesia tercatat mencapai Rp4,896 triliun dengan 4,024 miliar saham yang diperdagangkan. Dan transaksi bersih asing mencapai Rp513 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,65 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,16 triliun. Tercatat dari 415 saham yang diperdagangkan sebanyak 163 saham naik, 139 saham melemah, dan 113 saham stagnan.
Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 2,54%, diikuti saham infrastruktur yang naik 1,54%.
Untuk saham-saham yang berakhir top gainers adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (AASI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham yang top losers yaitu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI), dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI).
(ven)
Lihat Juga :