Takut Ekonomi RI Merosot, Jokowi Warning K/L Kebut Serap Anggaran

Selasa, 07 Juni 2016 - 16:18 WIB
Takut Ekonomi RI Merosot,...
Takut Ekonomi RI Merosot, Jokowi Warning K/L Kebut Serap Anggaran
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1/2016 yang merosot ke angka 4,92%. ‎Tidak ingin hal tersebut terus terulang, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali memperingatkan kementerian dan lembaga (K/L) untuk segera melakukan belanja dan menyerap anggaran.

Pasalnya, kata Jokowi, belanja K/L menjadi salah satu sumbu yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena, jika anggaran K/L terserap maka akan memberikan efek domino (multiplier effect) terhadap konsumsi rumah tangga.

"‎Kalau belanja pemerintah tidak segera, ini juga akan mendorong pertumbuhan lebih lambat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

(Baca Juga: Ekonomi Melambat, Jokowi Dorong K/L Percepat Serap Anggaran)

Dia menilai, hingga saat ini hanya satu hingga dua kementerian saja yang sudah melakukan penyerapan anggaran dengan cepat. Salah satunya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah menyerap anggaran empat kali lipat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

"‎Pada awal Januari dan akhir Desember sudah diberikan peringatan agar belanja K/L didorong untuk bisa dipercepat. Tapi dalam prakteknya, angka-angka di kementerian masih lambat. Hanya satu dua tiga kementerian yang bisa mempercepat, seperti Kementerian PUPR empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya," imbuh dia.

(Baca Juga: Temui Jokowi, KEIN Pede Ekonomi RI Bisa Melesat 7%)

Selain penyerapan belanja pemerintah, tambah mantan Walikota Solo ini, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah investasi yang masuk. Karena itu, dia meminta agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan sejumlah upaya agar investasi yang masuk terus meningkat.

‎"Kalau investasi di BKPM tidak bisa mendorong untuk cepat teralisasi juga tidak akan memberikan efek konkrit terhadap pertumbuhan kita," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi 2,84% dan Ekonomi...
Inflasi 2,84% dan Ekonomi Tumbuh 5,1%, Jokowi: Segar Sekali
Jokowi Akui Pertumbuhan...
Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Akan Terkoreksi Tajam di Depan DPR
Jokowi Banggakan Papua,...
Jokowi Banggakan Papua, Pertumbuhan Ekonominya Tertinggi se-Indonesia
Kang Emil, Pak Jokowi...
Kang Emil, Pak Jokowi Mewanti-wanti Pertumbuhan Ekonomi
Jokowi Desak Kementerian...
Jokowi Desak Kementerian dan Pemda Pangkas Belanja Tak Prioritas
Jokowi Sebut Semua Negara...
Jokowi Sebut Semua Negara Berebut Mendapatkan Investasi
Berita Terkini
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
32 menit yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
2 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
8 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
11 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
11 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
13 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved