Jokowi Disanjung Bos Adaro Soal Proyek PLTU Batang

Kamis, 09 Juni 2016 - 17:38 WIB
Jokowi Disanjung Bos...
Jokowi Disanjung Bos Adaro Soal Proyek PLTU Batang
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldy Thohir menyanjung komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan persoalan yang menyebabkan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang menjadi mangkrak bertahun-tahun. Proyek PLTU terbesar se-Asia ini sudah mulai dicanangkan pada 2006, namun sejak 2011 mangkrak dan baru dimulai lagi pada tahun ini.

(Baca Juga: Jokowi Minta Pengoperasian PLTU Batang Tak Molor)

Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini, kata pria yang akrab disapa Boy ini, Presiden Jokowi langsung memanggil dirinya untuk mengetahui alasan proyek tersebut tertunda. Sejak mengetahui persoalan yang terjadi dalam pembangunan PLTU Batang, Presiden Jokowi langsung mencari solusi dan memantau perkembangannya.

"Tadi beliau (Presiden Jokowi) katakan enam bulan (Januari-Juni) itu terus dipantau dan bukan saja dipantau, dipanggil dan ditanyakan problemnya. Itu yang menurut saya menggambarkan satu leadership seorang pemimpin," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

(Baca Juga: Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair)

Menurutnya, komitmen mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi satu motivasi untuk para pengusaha di dalam negeri dan menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor dari luar negeri. "Bahwa berinvestasi di Indonesia itu sangat menjanjikan. Karena komitmennya dari Presiden langsung," imbuh dia.

Lanjut dia dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, daerah, PLN, dan konsorsium maka target pengoperasian PLTU Batang pada 2019 akan dapat terealisasi. Apalagi, proyek ini bukan hanya penting untuk konsorsium, melainkan juga untuk kepentingan bangsa dan negara. Pasalnya, di Kabupaten Batang memang masih banyak ditemukan kampung yang tidak memiliki listrik.

"Ini udah 2016, kita merasa terenyuh bahwa anak-anak kita di kampung-kampung tidak ada listrik. Mereka harus belajar dengan lampu templok dimana tentunya kita sangat yakin bangsa yang besar ini harus dimulai dengan pendiidikan mumpuni," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
1 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
9 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
12 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved