Perbesar Basis Pembayar Pajak untuk Pembangunan

Minggu, 12 Juni 2016 - 08:42 WIB
Perbesar Basis Pembayar...
Perbesar Basis Pembayar Pajak untuk Pembangunan
A A A
BANDUNG - Tax Amnesty akan membantu menambah pendapatan negara. Namun langkah tersebut tidak menyelesaikan kebutuhan pendanaan untuk membangun Indonesia.

Begitulah penuturan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Tax Amnesty, Peluang atau Ancaman di BTC Fashion Mall, Kota Bandung, Sabtu (11/6).

Menurutnya tax amnesty adalah hal yang baik, apalagi kebutuhan untuk meningkatkan pemasukan pajak sangat besar. Mengingat ada kekurangan penerimaan negara. Namun adanya Tax Amnesty tidak serta merta menyelesaikan atau bisa memenuhi kekurangan anggaran untuk pembangunan. Karena nilainya tidak cukup besar. Potensi dana masuk sebesar Rp 2000 triliun tak seluruhnya bisa digunakan untuk membangun.

“Banyak yang salah persepsi dengan Tax Amnesty, seakan-akan bila Rp 2000 triliun masuk Indonesia, bisa digunakan untuk membangun. Padahal tidak, yang masuk ke kas negara yang merupakan bagian pengampunannya sekitar 2%-4% atau sekitar Rp 40 triliun-Rp 60 triliun,” tegas HT dalam seminar tersebut.

Padahal seperti diketahui pajak adalah bahan bakar pembangunan. Sekitar dua pertiga kebutuhan pembangunan dibiayai oleh pajak. Pemerintah, lanjut HT, seharusnya memperbesar basis pajak. Dengan mendorong masyarakat menengah ke bawah untuk naik kelas. “Tanpa mereka naik kelas, basis pembayar pajak tidak akan bertambah,” kata HT

Di depan ribuan peserta seminr, HT menuturkan Indonesia hanya akan berputar-putar bila tak segera mengubah strategi ekonominya. Seharusnya kata HT, Indonesia memberlakukan ekonomi kerakyatan. Membuat kebijakan yang berbeda dengan kelompok yang berbeda.

Ada perlakuan khusus bagi masyarakat menengah bawah agar mereka bisa tumbuh lebih cepat. Diantaranya kemudahan akses modal murah, pelatihan dan proteksi. Sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi penggerak ekonomi. “Membangun indonesia harus membangun masyrakatnya, dari yang tidak produktif menjadi produktif,” pungkas HT.

Chandra Tambayong, BOC Bandung Inti Graha (BIG).dalam kesempatan tersebut mengatakan HT adalah sosok yang komplit tak hanya sebagai pengusaha sukses namun juga mampu memberikan pencerahan sebagai pendidik.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
20 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
45 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved