Yen Perkasa, Rupiah Sore Ini Masih di Zona Merah

Senin, 13 Juni 2016 - 16:17 WIB
Yen Perkasa, Rupiah...
Yen Perkasa, Rupiah Sore Ini Masih di Zona Merah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini masih tercatat melemah dibanding penutupan akhir pekan kemarin, meski dalam pergerakannya mulai menunjukkan penguatan dari pembukaan tadi pagi. Kondisi rupiah sore ini di tengah semakin perkasanya yen terhadap beberapa mata uang lainnya.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.307/USD dengan kisaran harian Rp13.295-Rp13.350/USD. Posisi penutupan hari ini melemah 12 poin dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.295/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.298/USD dengan kisaran Rp13.278-Rp13.366/USD. Posisi itu tercatat masih sedikit melemah jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.294/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.308/USD atau melemah 11 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.297/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.341/USD. Posisi ini tercatat semakin terkapar dari posisi sebelumnya di level Rp13.305/USD.

Dilansir Reuters, Senin (13/6/2016), mata uang yen menguat terhadap seluruh mata uang, memukul tiga tahunan terhadap euro dan poundsterling. Hal ini tak terlepas dari adanya kekhawatiran bahwa Inggris bisa memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum.

Poundsterling telah didominasi oleh kekhawatiran atas Brexit potensial sejak akhir tahun lalu, tapi mata uang utama lainnya sampai sekarang muncul sebagian besar dilindungi dari kecemasan tersebut.

Yen melonjak lebih dari 1% terhadap euro di level 119,05, atau terkuat sejak Februari 2013. Terhadap poundsterling, yen juga naik lebih dari 1% ke level 150,16 atau terkuat sejak Agustus 2013.

Selain itu, mata uang Jepang juga naik 1% terhadap USD, memukul posisi tertinggi dalam enam pekan. Para analis mengatakan, yen juga telah didorong lebih tinggi oleh ekspektasi bahwa AS Federal Reserve, yang memulai pertemuan kebijakan dua hari Selasa, akan menyerang nada dovish.

"Kami berharap momok Brexit untuk hadir di pasar FX sepanjang pekan ini dan berikutnya, menunjukkan lingkungan yang mendukung untuk USD," kata ING strategi mata uang Petr Krpata, di London.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
34 menit yang lalu
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
39 menit yang lalu
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
1 jam yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
2 jam yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
2 jam yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved