Bank Muamalat Beri Fasilitas Pembiayaan Rp1 Triliun ke NU
Senin, 13 Juni 2016 - 19:21 WIB
Bank Muamalat Beri Fasilitas Pembiayaan Rp1 Triliun ke NU
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di bidang aktivasi penggunaan produk dan jasa layanan perbankan. Perjanjian melalui nota kesepahaman ini pun menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan sebesar Rp1 triliun.
Direktur Utama Bank Muamalat, Endy Abdurrahman mengatakan, pembiayaan tersebut disalurkan secara bertahap. Selain itu, kerja sama ini merupakan inisiatif strategis Bank Muamalat di tahun 2016.
"NU memiliki target market yang mirip dengan Bank Muamalat. Untuk itu ke depannya beragam fasilitas dibidang pembiayaan dan perbankan yang kami miliki dapat dimaksimalkan," kata Endy, Senin (13/6/2016).
Adapun cakupan kesepakatan antara bank Muamalat dan NU antara lain berupa penempatan dana NU pada bank Muamalat, pemanfaatan berbagai fasilitas seperti virtual account, cash management system, dan payment point online bank (PPOB) Bank Muamalat.
"Selain itu, kerja sama juga mencakup dana pensiun Bank Muamalat, fasilitas payroll bank Muamalat dan co-branding tabungan," ungkapnya.
Kesepakatan ini diluncurkan demi memantapkan komitmen perusahaan dalam hal perluasan pemanfaatan produk dan jasa Bank Muamalat dan bentuk sinergi kedua belah pihak dalam bidang keuangan, pembiayaan perbankan, pendidikan dan kesehatan.
Deputi Komisioner Pengawas IKNB 1 OJK, Edy Setiadi mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan industri keuangan syariah harus mendorong dari komunitas dan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam. Ormas-ormas Islam khususnya, masih belum maksimal turut menggunakan layanan keuangan syariah. Saat ini juga masih banyak institusi pendidikan berbasis islami namun belum menggunakan layanan keuangan syariah.
“Pengembangan ekonomi syariah harus dimulai dengan ormas berbasis Islam yang terlebih dulu memaksimalkan layanan keuangan syariah. Setelah itu baru kita konsolidasi dengan keuangan konvensional supaya lebih cepat perkembangannya,” ujar Edy beberapa waktu lalu di Jakarta.
Direktur Utama Bank Muamalat, Endy Abdurrahman mengatakan, pembiayaan tersebut disalurkan secara bertahap. Selain itu, kerja sama ini merupakan inisiatif strategis Bank Muamalat di tahun 2016.
"NU memiliki target market yang mirip dengan Bank Muamalat. Untuk itu ke depannya beragam fasilitas dibidang pembiayaan dan perbankan yang kami miliki dapat dimaksimalkan," kata Endy, Senin (13/6/2016).
Adapun cakupan kesepakatan antara bank Muamalat dan NU antara lain berupa penempatan dana NU pada bank Muamalat, pemanfaatan berbagai fasilitas seperti virtual account, cash management system, dan payment point online bank (PPOB) Bank Muamalat.
"Selain itu, kerja sama juga mencakup dana pensiun Bank Muamalat, fasilitas payroll bank Muamalat dan co-branding tabungan," ungkapnya.
Kesepakatan ini diluncurkan demi memantapkan komitmen perusahaan dalam hal perluasan pemanfaatan produk dan jasa Bank Muamalat dan bentuk sinergi kedua belah pihak dalam bidang keuangan, pembiayaan perbankan, pendidikan dan kesehatan.
Deputi Komisioner Pengawas IKNB 1 OJK, Edy Setiadi mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan industri keuangan syariah harus mendorong dari komunitas dan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam. Ormas-ormas Islam khususnya, masih belum maksimal turut menggunakan layanan keuangan syariah. Saat ini juga masih banyak institusi pendidikan berbasis islami namun belum menggunakan layanan keuangan syariah.
“Pengembangan ekonomi syariah harus dimulai dengan ormas berbasis Islam yang terlebih dulu memaksimalkan layanan keuangan syariah. Setelah itu baru kita konsolidasi dengan keuangan konvensional supaya lebih cepat perkembangannya,” ujar Edy beberapa waktu lalu di Jakarta.
(ven)
Lihat Juga :