Kadin: Jangan Bandingkan Harga Daging RI dan Malaysia
Selasa, 14 Juni 2016 - 17:31 WIB
Kadin: Jangan Bandingkan Harga Daging RI dan Malaysia
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, harga daging sapi yang dijual di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan harga daging yang dijual di Malaysia. Pasalnya, daging yang banyak beredar di Malaysia bukan daging sapi seperti yang banyak beredar di Tanah Air.
(Baca Juga: Peternak Sapi Merugi Terimbas Impor)
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe menuturkan, ‎daging yang dijual di Malaysia diakui memang seharga Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram (kg). Namun, daging tersebut bukanlah daging sapi melainkan daging kerbau.
"Kita coba jelaskan, kalau bicara Malaysia itu buffalo beef. Ini yang membuat kekeliruan. Kalau buffalo impor sampai msuk ke Indonesia memang jatuhnya sampai Rp45.000 hingga Rp60.000. Buffalo itu artinya kerbau," katanya di Thamrin City, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Menurutnya, pada beberapa tahun silam memang daging kerbau banyak dijual di Indonesia. Karena, orang Indonesia gemar mengonsumsi daging kerbau. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung oleh pembibitan yang bagus sehingga populasinya perlahan menurun dan menghilang.
"Karena tidak pernah di-maintain pembibitannya, populasi menurun dan menghilang. Sehingga orang lari ke daging sapi," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku harga daging sapi di Malaysia dan Singapura lebih murah dibanding yang dijual di Tanah Air. Di negara tersebut, harga daging hanya Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg.
Sementara di Indonesia harganya bisa mencapai Rp120.000 per kg. Oleh karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta agar para menterinya dapat menurunkan harga daging menjadi sekitar Rp80.000 per kg.
(Baca Juga: Peternak Sapi Merugi Terimbas Impor)
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe menuturkan, ‎daging yang dijual di Malaysia diakui memang seharga Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram (kg). Namun, daging tersebut bukanlah daging sapi melainkan daging kerbau.
"Kita coba jelaskan, kalau bicara Malaysia itu buffalo beef. Ini yang membuat kekeliruan. Kalau buffalo impor sampai msuk ke Indonesia memang jatuhnya sampai Rp45.000 hingga Rp60.000. Buffalo itu artinya kerbau," katanya di Thamrin City, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Menurutnya, pada beberapa tahun silam memang daging kerbau banyak dijual di Indonesia. Karena, orang Indonesia gemar mengonsumsi daging kerbau. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung oleh pembibitan yang bagus sehingga populasinya perlahan menurun dan menghilang.
"Karena tidak pernah di-maintain pembibitannya, populasi menurun dan menghilang. Sehingga orang lari ke daging sapi," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku harga daging sapi di Malaysia dan Singapura lebih murah dibanding yang dijual di Tanah Air. Di negara tersebut, harga daging hanya Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg.
Sementara di Indonesia harganya bisa mencapai Rp120.000 per kg. Oleh karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta agar para menterinya dapat menurunkan harga daging menjadi sekitar Rp80.000 per kg.
(akr)
Lihat Juga :