Belum Minat Gabung FCTC, Jokowi Tetap Persempit Ruang Perokok

Selasa, 14 Juni 2016 - 17:48 WIB
Belum Minat Gabung FCTC,...
Belum Minat Gabung FCTC, Jokowi Tetap Persempit Ruang Perokok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini masih mempertimbangkan lebih dalam untuk menandatangani perjanjian pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Namun, Jokowi tetap akan mempersempit ruang para perokok untuk merokok di tempat umum.

(Baca: Jokowi Ogah Ikut-ikutan Teken Perjanjian Pengendalian Tembakau)

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mengkaji lebih lanjut hal yang berkaitan dengan konvensi tersebut. ‎Untuk itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro diminta agar menekan impor tembakau, menaikkan cukai tembakau impor, dan menaikkan cukai rokok.

"‎Prinsip FCTC ini Presiden memberikan arahan, empat prinsip utama dilakukan. Pertama, diminta seluruh jajaran menteri untuk menekan impor tembako. Kedua menaikkan cukai tembakau impor, ketiga menaikkan cukai rokok, dan keempat mempersempit ruang bagi para perokok," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Menurutnya, pembatasan ruang bagi para perokok untuk merokok di depan publik semata untuk mempersiapkan generasi bangsa ke depan yang lebih sehat dan kompetitif. Karena itu, pemerintah akan membatasi tempat untuk merokok.

"Tempat-tempat untuk merokok pada prinsipnya pemerintah akan melakukan pembatasan hingga dengan demikian ruang bagi para perokok di ruang publik akan semakin terbatas," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
24 menit yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
1 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
11 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
12 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
13 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
13 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved