Holding BUMN Energi Bakal Lemahkan Pengawasan ke PGN

Selasa, 14 Juni 2016 - 22:10 WIB
Holding BUMN Energi...
Holding BUMN Energi Bakal Lemahkan Pengawasan ke PGN
A A A
JAKARTA - Pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi yang direncanakan pemerintah justru dianggap akan memperlemah pengawasan terhadap PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Dileburnya PGN bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi anak usaha PT Pertamina (Persero) diyakini akan mempersulit DPR dalam mengawasi kebijakan PGN.

Disamping itu diterangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tidak bisa melakukan audit terhadap PGN. “Kalau Pertamina mengakuisisi PGN dan jadi entitas anak usaha maka DPR selaku pengawas tidak bisa lagi memeriksa segala bentuk kebijakan PGN. Begitu juga BPK, tidak bisa lagi mengaudit jika PGN jadi anak usaha Pertamina,” ujar Anggota BPK Achsanul Qosasi di Jakarta, Selasa (14/6/2016).

(Baca Juga: Holding BUMN Energi Diklaim Jadi Kabar Baik buat Investor)

Sebab itu, pihaknya meminta rencana pembentukan induk perusahaan BUMN energi agar dikaji kembali oleh pemerintah. Holding BUMN energi menurutnya harus mempunyai tujuan jelas, mengedepankan transparasni dan efisiensi serta mengacu pada efektivitas masing-masing BUMN tidak semata-mata melakukan akuisisi.

“Jangan sampai esensi holding energi diabaikan sehingga hanya menciptakan tumpang tindih di hilir migas. Seharusnya holding energi harus mampu menciptakan transparasi dan efisiensi,” kata dia.

Dia beranggapan, sepanjang proses holding memberikan efektifitas terhadap fungsi dan peran BUMN maka hasilnya akan baik. “Jangan sampai proses holding ini hanya untuk menghindari pengawasan kebijakan oleh DPR,” tutupnya.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN berencana membentuk holding BUMN energi dengan landasan hukum berbentuk Peraturan Pemerintah (PP). Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) hanya mengatur Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Pertamina (Persero).

Dalam RPP tersebut, pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menyerahkan saham Seri B sebesar 56,96% yang ada di PGN Pertamina. Dalam RPP tersebut, PGN akan berada di bawah Pertamina. Adapun status PGN yang saat ini sebagai BUMN akan menjadi perusahaan swasta karena statusnya sebagai anak usaha Pertamina.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Ditunjuk Jadi Dirut...
Ditunjuk Jadi Dirut PGN, Ini Jejak Karir Suko Hartono
Giliran Direksi PGN...
Giliran Direksi PGN Kena Perombakan Menteri Erick Thohir, Dirut Diganti
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
21 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
40 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved