Impor RI dari Thailand Meningkat, BPS Ingatkan Ancaman MEA

Rabu, 15 Juni 2016 - 18:37 WIB
Impor RI dari Thailand...
Impor RI dari Thailand Meningkat, BPS Ingatkan Ancaman MEA
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2016 nilai impor Indonesia mencapai USD53,89 miliar atau turun sebesar 11,61% dibangunkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor terbesar terdapat pada sektor nonmigas sebesar USD46,97 miliar, sedangkan impor migas mencapai USD6,93 miliar.

(Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Mei Surplus USD375,6 Juta)

Pangsa impor nonmigas Indonesia didominasi tiga negara yakni yakni China sebesar USD12,26 miliar, Jepang USD5,05 miliar dan Thailand USD3,77 miliar. Kepala BPS Suryamin menerangkan secara mengejutkan Thailand yang biasanya tidak masuk tiga besar, kini mulai mendominasi produk impor yang berada di Tanah Air.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan impor dari Thailand bertambah, yakni seiring meningkatnya kebutuhan pasar dalam negeri untuk beberapa alat dan komoditi seperti sparepart kendaraan dan mesin-mesin pesawat mekanik.

"Plastik dan barang plastik, kimia organik juga diimpor dari sana untuk kemudian diolah di sini. Untuk komoditinya kita impor gula dan kembang gula, gandum dan karet," kata dia di kantornya, Rabu (15/6/2016).

Dia menambahkan selain itu beberapa komoditi agraria asal Thailand, saat ini juga diminati Indonesia padahal dulu Thailand yang belajar soal agraria ke Indonesia dengan segala keterbatasan mereka. Suryamin memberikan catatan peningkatan impor ini, menjadi bukti ancaman Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai terbukti.

"Thailand sekarang menduduki peringkat tiga pangsa impor kita. Ini termasuk ancaman dari MEA. Biasanya Thailand tidak masuk ke 3 besar pangsa impor kita. 10-15 tahun yang lalu, saya suka lihat di TV, mereka belajar bercocok tanam dari kita. Sekarang malah kita yang impor dari sana," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tertinggi dalam 15 Tahun...
Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Neraca Dagang RI Surplus USD35,34 Miliar di 2021
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Surplus 14 Bulan Beruntun, Ekonomi Mulai Pulih?
Neraca Dagang RI Menang...
Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Tapi Keok dengan Negeri Kpop
Neraca Dagang Mei Diramal...
Neraca Dagang Mei Diramal Surplus USD2 Miliar
BPS: Neraca Perdagangan...
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021
Neraca Dagang Indonesia...
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD3,83 Miliar di Februari 2022
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
4 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
4 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
4 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
5 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved