Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Jabar
Rabu, 15 Juni 2016 - 21:11 WIB
Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Jabar
A
A
A
DEPOK - Pertamina menggelar Operasi Pasar (OP) gas elpiji tiga kilogram (kg) menyusul adanya kelangkaan gas tabung melon di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Hari ini sebanyak 1080 tabung gas elpiji 3 kilogram digelontorkan di Sukabumi untuk mengatasi kelangkaan.
Senior Sales Representative Rayon VI Pertamina, Herdi Surya Indrawan membantah adanya kelangkaan gas di Sukabumi. Dia menjelaskan kondisi jalur yang macet menyebabkan distribusi terlambat.
“Itu pangkalan saja pagi antre begitu siang selesai. Sukabumi kan jalannya macet. Yang kita siapkan sudah banyak. Bukan kelangkaan hanya keterlambatan,” tukasnya di Depok, Rabu (15/6/2016).
Dia menjelaskan sama dengan sejumlah kota kabupaten di Jawa Barat pihaknya menambah jumlah fakultatif stok tambahan 50% selama lima hari kerja. OP hari ini dilakukan untuk menetralisir kelangkaan.
“Kita tes OP hari ini laku atau tidak. Biasanya begitu. 1080 tabung ada 11 agen dua truk, Sukabumi saja. Saat ini sudah kondusif,” jelasnya.
Sama halnya dengan di Depok, kebutuhan per hari masyarakat Depok sebanyak 85 ribu tabung. Sebanyak 90% konsumen paling banyak adalah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
“UMKM 90 persen pakai gas 3 kg. Satu bulan kebutuhan 1,450,000 tabung. Margonda sampai Citayam kuliner dengan gas. Dewi sartika sampai Sawangan. Cimanggis sampai Cibinong cukup besar kebutuhan. Dan kami ada 5 SPBE yang melakukan drop,” kata Ketua Hiswana Migas Depok Athar Susanto.
Senior Sales Representative Rayon VI Pertamina, Herdi Surya Indrawan membantah adanya kelangkaan gas di Sukabumi. Dia menjelaskan kondisi jalur yang macet menyebabkan distribusi terlambat.
“Itu pangkalan saja pagi antre begitu siang selesai. Sukabumi kan jalannya macet. Yang kita siapkan sudah banyak. Bukan kelangkaan hanya keterlambatan,” tukasnya di Depok, Rabu (15/6/2016).
Dia menjelaskan sama dengan sejumlah kota kabupaten di Jawa Barat pihaknya menambah jumlah fakultatif stok tambahan 50% selama lima hari kerja. OP hari ini dilakukan untuk menetralisir kelangkaan.
“Kita tes OP hari ini laku atau tidak. Biasanya begitu. 1080 tabung ada 11 agen dua truk, Sukabumi saja. Saat ini sudah kondusif,” jelasnya.
Sama halnya dengan di Depok, kebutuhan per hari masyarakat Depok sebanyak 85 ribu tabung. Sebanyak 90% konsumen paling banyak adalah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
“UMKM 90 persen pakai gas 3 kg. Satu bulan kebutuhan 1,450,000 tabung. Margonda sampai Citayam kuliner dengan gas. Dewi sartika sampai Sawangan. Cimanggis sampai Cibinong cukup besar kebutuhan. Dan kami ada 5 SPBE yang melakukan drop,” kata Ketua Hiswana Migas Depok Athar Susanto.
(akr)
Lihat Juga :