Rupiah Berakhir Semringah, di Tengah Pemulihan Pounds dan Euro
Jum'at, 17 Juni 2016 - 17:17 WIB
Rupiah Berakhir Semringah, di Tengah Pemulihan Pounds dan Euro
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini akhirnya ditutup membaik atau berada di zona hijau. Penguatan rupiah sore ini di tengah semakin membaiknya poundsterling dan euro.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.342/USD dengan kisaran harian Rp13.342 - Rp13.383/USD. Posisi ini memperlihatkan penguatan mata uang Garuda sebesar 28 poin dari penutupan kemarin Rp13.370/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.343/USD atau menguat 29 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.372/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, mengakhiri pekan ini pada level Rp13.339/USD dengan kisaran Rp13.331 - Rp13.377/USD. Posisi itu tercatat lebih baik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.375/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak beranjak pada level Rp13.358/USD. Posisi ini tercatat tidak berdaya dari posisi kemarin Rp13.327/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (17/6/2016) pounds dan euro tercatat semakin pulih pada sesi perdagangan hari ini, di tengah harapan referendum untuk menentukan nasib Inggris di Uni Eropa. Penembakan salah satu anggota parlemen Inggris yang gencar menyuarakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa diyakini akan mengubah haluan hasil jejak pendapat.
Pounds mengalami kenaikan setengah persen dan euro mencetak keuntungan. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa menimbulkan kekhawatiran pada pasar keuangan global dan politik Eropa dan mendorong para investor mencari mata uang yang aman seperti yen dan Swiss franc.
"Saat ini bouncing hanya terlihat pada poundsterling. Ini menjadi pergerakan terbesar pekan ini, setelah berakhirnya harapan Fed dalam gelombang yen terhadap USD. Apa yang menarik adalah euro tidak bereaksi," terang BNP Paribas strategi Michael Sneyd.
Pounds mengalami kenaikan 0,6% menjadi 1.4267 terhadap USD, hampir bertambah 2 sen dibandingkan kemarin yang sempat menyentuh posisi terendah. Kenaikan juga terjadi pada euro terhadap USD sebesar 0,2% ke level 78.85.
Sementara USD yang sempat bergerak negatif hari ini menurup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,15 terhadap yen ke level 104.36. Meski begitu USD masih berada dalam tren negatif atau menyusut 2,4% selama satu pekan. Indeks USD dalam jalur greenback terhadap beberapa mata uang utama juga tergelincir 0,1%.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.342/USD dengan kisaran harian Rp13.342 - Rp13.383/USD. Posisi ini memperlihatkan penguatan mata uang Garuda sebesar 28 poin dari penutupan kemarin Rp13.370/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.343/USD atau menguat 29 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.372/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, mengakhiri pekan ini pada level Rp13.339/USD dengan kisaran Rp13.331 - Rp13.377/USD. Posisi itu tercatat lebih baik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.375/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak beranjak pada level Rp13.358/USD. Posisi ini tercatat tidak berdaya dari posisi kemarin Rp13.327/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (17/6/2016) pounds dan euro tercatat semakin pulih pada sesi perdagangan hari ini, di tengah harapan referendum untuk menentukan nasib Inggris di Uni Eropa. Penembakan salah satu anggota parlemen Inggris yang gencar menyuarakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa diyakini akan mengubah haluan hasil jejak pendapat.
Pounds mengalami kenaikan setengah persen dan euro mencetak keuntungan. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa menimbulkan kekhawatiran pada pasar keuangan global dan politik Eropa dan mendorong para investor mencari mata uang yang aman seperti yen dan Swiss franc.
"Saat ini bouncing hanya terlihat pada poundsterling. Ini menjadi pergerakan terbesar pekan ini, setelah berakhirnya harapan Fed dalam gelombang yen terhadap USD. Apa yang menarik adalah euro tidak bereaksi," terang BNP Paribas strategi Michael Sneyd.
Pounds mengalami kenaikan 0,6% menjadi 1.4267 terhadap USD, hampir bertambah 2 sen dibandingkan kemarin yang sempat menyentuh posisi terendah. Kenaikan juga terjadi pada euro terhadap USD sebesar 0,2% ke level 78.85.
Sementara USD yang sempat bergerak negatif hari ini menurup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,15 terhadap yen ke level 104.36. Meski begitu USD masih berada dalam tren negatif atau menyusut 2,4% selama satu pekan. Indeks USD dalam jalur greenback terhadap beberapa mata uang utama juga tergelincir 0,1%.
(akr)