Dana Kelola BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp223 Triliun
Jum'at, 17 Juni 2016 - 17:52 WIB
Dana Kelola BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp223 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaporkan kinerja positif hingga Mei 2016, dengan berhasil mengelola dana masyarakat mencapai Rp223,25 triliun atau 90,56% dari target tahun 2016 sebesar Rp246,52 triliun. Sedangkan hasil investasi dana baru mencapai 38,8% atau hanya Rp8,24 triliun dari rencana Rp21,24 triliun di tahun ini.
(Baca Juga: Pendaftaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Bakal Dilebur)
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, kondisi keuangan BPJS Ketenagakerjaan sangat baik dan sehat saat ini sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mencairkan dana jaminan sosialnya untuk kebutuhan jangka pendek. Dia menekankan pihaknya tetap siap dan mampu melayani pencairan apabila dibutuhkan.
“Saat ini keuangan kita sangat baik, tidak perlu dikhawatirkan. Rasionya lebih dari 100%. Jadi kondisinya sangat sehat. Kita tempatkan dana kelolaan itu ke semua instrumen investasi surat utang, deposito, reksa dana, dan investasi langsung,” ujar dia saat ditemui di Jakarta, Jumat (17/6/2016).
Dia mengingatkan tren pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) telah mencapai Rp8 triliun sepanjang Januari-Mei 2016 atau telah mencapai 35,68% dari target tahun ini Rp22,6 triliun. Itu artinya, pembayaran klaim JHT kepada pekerja setiap bulan sebesar Rp1,6 triliun.
Tingkat pencairan JHT terus meningkat karena Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan JHT. Sementara jumlah iuran yang masuk dari pekerja atau buruh sebesar Rp2 triliun per bulan.
"Jadi rata-rata klaim setiap bulan Rp1,6 triliun. Sedangkan jumlah iuran Rp2 triliun per bulan. Jadi kalaupun dibiayai dari jumlah iurannya, masih surplus," tandasnya.
(Baca Juga: Pendaftaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Bakal Dilebur)
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, kondisi keuangan BPJS Ketenagakerjaan sangat baik dan sehat saat ini sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mencairkan dana jaminan sosialnya untuk kebutuhan jangka pendek. Dia menekankan pihaknya tetap siap dan mampu melayani pencairan apabila dibutuhkan.
“Saat ini keuangan kita sangat baik, tidak perlu dikhawatirkan. Rasionya lebih dari 100%. Jadi kondisinya sangat sehat. Kita tempatkan dana kelolaan itu ke semua instrumen investasi surat utang, deposito, reksa dana, dan investasi langsung,” ujar dia saat ditemui di Jakarta, Jumat (17/6/2016).
Dia mengingatkan tren pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) telah mencapai Rp8 triliun sepanjang Januari-Mei 2016 atau telah mencapai 35,68% dari target tahun ini Rp22,6 triliun. Itu artinya, pembayaran klaim JHT kepada pekerja setiap bulan sebesar Rp1,6 triliun.
Tingkat pencairan JHT terus meningkat karena Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan JHT. Sementara jumlah iuran yang masuk dari pekerja atau buruh sebesar Rp2 triliun per bulan.
"Jadi rata-rata klaim setiap bulan Rp1,6 triliun. Sedangkan jumlah iuran Rp2 triliun per bulan. Jadi kalaupun dibiayai dari jumlah iurannya, masih surplus," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :