IHSG Berpotensi Menguat Cukup Besar Terimbas Penurunan BI Rate
Senin, 20 Juni 2016 - 07:50 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Cukup Besar Terimbas Penurunan BI Rate
A
A
A
JAKARTA - Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan oleh Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya pada perdagangan hari ini di awal pekan bakal bergerak pada kisaran level 4.802–4.886. Dia menerangkan, IHSG terlihat masih cukup betah berada dalam rentang konsolidasi.
Support 4.802 terlihat masih akan diuji, namun pola pergerakan masih terlihat cukup besar potensi penguatannya. "Ditunjang oleh kembali diturunkannya BI rate (suku bunga Bank Indonesia) serta masih berlanjutnya capital inflow," ujarnya di Jakarta, Senin (20/6/2016).
Sementara itu pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup di zona hijau alias naik 20,75 poin atau 0,43% ke level 4.835,14 di tengah kebangkitan mayoritas bursa Asia. Di sisi lain, menurutnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih cukup stabil juga terlihat menjadi salah satu faktor yang menunjang pola gerak IHSG.
Sedangkan tekanan yang terjadi pada harga minyak dapat menjadi penekan untuk emiten yang berbasis komoditas, serta jelang libur panjang juga turut memberikan pengaruh terhadap gairah pasar. Harga minyak sendiri di awal pekan ini mulai merangkak naik terimbas pelemahan USD.
"Target resistance saat ini berada pada level 4.886 yang perlu ditembus untuk memperkuat pola uptrend jangka menengah IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat," pungkasnya.
Support 4.802 terlihat masih akan diuji, namun pola pergerakan masih terlihat cukup besar potensi penguatannya. "Ditunjang oleh kembali diturunkannya BI rate (suku bunga Bank Indonesia) serta masih berlanjutnya capital inflow," ujarnya di Jakarta, Senin (20/6/2016).
Sementara itu pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup di zona hijau alias naik 20,75 poin atau 0,43% ke level 4.835,14 di tengah kebangkitan mayoritas bursa Asia. Di sisi lain, menurutnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih cukup stabil juga terlihat menjadi salah satu faktor yang menunjang pola gerak IHSG.
Sedangkan tekanan yang terjadi pada harga minyak dapat menjadi penekan untuk emiten yang berbasis komoditas, serta jelang libur panjang juga turut memberikan pengaruh terhadap gairah pasar. Harga minyak sendiri di awal pekan ini mulai merangkak naik terimbas pelemahan USD.
"Target resistance saat ini berada pada level 4.886 yang perlu ditembus untuk memperkuat pola uptrend jangka menengah IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :