IHSG Awal Pekan Diperkirakan Bergerak Fluktuatif
Senin, 20 Juni 2016 - 08:18 WIB
IHSG Awal Pekan Diperkirakan Bergerak Fluktuatif
A
A
A
JAKARTA - Pada perdagangan awal pekan ini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan fluktuatif menyusul masih menggantungnya sejumlah isu seperti Brexit -British Exit- dari kawasan Eropa. Ditambah masih penjangnya pembahasan revisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2006 dan RUU Tax Amnesty.
Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di support 4.790 hingga resisten di 4.845. "Berpeluang menguat terbatas ditopang sentimen penguatan kembali harga minyak mentah dan sejumlah komoditas tambang akhir pekan lalu," ujarnya di Jakarta, Senin (20/6/2016).
Pasar modal menurutnya juga bakal digerakkan dengan sentimen positif penurunan tingkat bunga dan relaksasi aturan kredit properti perbankan. Sementara, selama sepekan IHSG bergerak konsolidasi terkoreksi 0,27% melanjutkan koreksi pekan sebelumnya 0,12%.
Kecenderung pasar, lanjut dia wait and see tercermin dari nilai transaksi rata-rata harian di Pasar reguler sepekan kemarin turun menjadi hanya Rp3,66 triliun dibandingkan pekan sebelumnya Rp4,31 triliun.
"Saat ini sentimen pasar dari eksternal tertuju pada isu Brexit menjelang referendum 23 Juni pekan ini. Sedangkan dari domestik, pasar tengah menanti hasil pembahasan revisi APBN 2016 dan RUU tax amnesty di parlemen," pungkasnya.
Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di support 4.790 hingga resisten di 4.845. "Berpeluang menguat terbatas ditopang sentimen penguatan kembali harga minyak mentah dan sejumlah komoditas tambang akhir pekan lalu," ujarnya di Jakarta, Senin (20/6/2016).
Pasar modal menurutnya juga bakal digerakkan dengan sentimen positif penurunan tingkat bunga dan relaksasi aturan kredit properti perbankan. Sementara, selama sepekan IHSG bergerak konsolidasi terkoreksi 0,27% melanjutkan koreksi pekan sebelumnya 0,12%.
Kecenderung pasar, lanjut dia wait and see tercermin dari nilai transaksi rata-rata harian di Pasar reguler sepekan kemarin turun menjadi hanya Rp3,66 triliun dibandingkan pekan sebelumnya Rp4,31 triliun.
"Saat ini sentimen pasar dari eksternal tertuju pada isu Brexit menjelang referendum 23 Juni pekan ini. Sedangkan dari domestik, pasar tengah menanti hasil pembahasan revisi APBN 2016 dan RUU tax amnesty di parlemen," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :