Bantu Mahasiswa, PLN Gelontorkan Rp40 Miliar
Selasa, 21 Juni 2016 - 05:15 WIB
Bantu Mahasiswa, PLN Gelontorkan Rp40 Miliar
A
A
A
YOGYAKARTA - Sebanyak 2.000 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) mendapat bantuan beasiswa dari PT PLN Persero. Bantuan tersebut menggunakan sumber dana dari zakat karyawan PLN yang berhasil dikumpulkan dalam satu periode. Pemberian beasiswa ini fokus kepada mahasiswa kurang mampu dari puluhan universitas tersebut.
Director Human Capital Management Resource (HCMR) PT PLN Persero, Muhammad Ali mengatakan, PLN menerapkan kebijakan pemotongan langsung gaji karyawan muslim untuk zakat sebesar 2,5% yang ditegaskan melalui keputusan direksi. Dalam setahun, dana yang terkumpul dari zakat tersebut sebesar Rp120 miliar dan dana zakat tersebut dikelola oleh Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh (Lazis) PLN.
Beberapa kegiatan mereka lakukan bersumber dari zakat yang dikumpulkan tersebut. “Ini bukti dari kepedulian kami terhadap sesama,” kata Muhammad Ali saat memberikan bantuan secara simbolis kepada 200 mahasiswa di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/6/2016).
PLN memberikan beasiswa kepada mahasiswa melalui program Cahaya Pintar, masing-masing Rp5 juta selama setahun. Untuk program beasiswa ini, Lazismu menyalurkan dana sebesar Rp40 miliar. Kemungkinan besar nanti akan ada penambahan jumlah di kemudian hari. Tujuannya agar penerima manfaat semakin besar.
Menurut Ali yang juga Pembina Lazis PLN, beasiswa Cahaya Pintar merupakan salah satu program unggulan dari Lazis PLN. Karena salah satu cara ampuh memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sasaran program ini adalah mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu, tetapi memiliki semangat belajar yang tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan harapan bagi mahasiswa kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan program 1.000 pondok pesantren bersih. Dan di Yogyakarta setidaknya ada tiga pesantren yang ada di Gunungkidul menjadi sasaran program ini. Setiap pondok pesantren akan mendapatkan bantuan Rp50 juta. Tak hanya itu, melalui Lazis PLN mereka juga menggelar program pemberdayaan masyarakat di Gunungkidul dan Sleman sebesar Rp175 juta.
“Para penerima manfaat juga mendapatkan pembinaan rutin keislaman. Mereka juga mendapatkan pelatihan disaster management untuk disiapkan menjadi relawan program dakwah dan kemanusiaan Lazis PLN,” kata Ali.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bantuan bukan sekadar amal semata, tetapi juga bentuk kepedulian membangun karakter bangsa. Menurut Sultan, saat ini perlu sumber daya manusia (SDM) yang bagus agar menghasilkan gagasan berkreasi.
Sehingga Indonesia nantinya bisa disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain yang sebelumnya telah maju. “Dukungan berbagai pihak merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap program pemerintah,” kata Sultan.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani berharap program ini bisa memberi kontribusi nyata terhadap lancarnya program pendidikan di Tanah Air. Dengan bantuan ini, mahasiswa bisa menyelesaikan studinya secara tepat waktu. “Sebab mahasiswa adalah aset bangsa yang harus dipupuk agar lebih maju,” ucapnya.
Director Human Capital Management Resource (HCMR) PT PLN Persero, Muhammad Ali mengatakan, PLN menerapkan kebijakan pemotongan langsung gaji karyawan muslim untuk zakat sebesar 2,5% yang ditegaskan melalui keputusan direksi. Dalam setahun, dana yang terkumpul dari zakat tersebut sebesar Rp120 miliar dan dana zakat tersebut dikelola oleh Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh (Lazis) PLN.
Beberapa kegiatan mereka lakukan bersumber dari zakat yang dikumpulkan tersebut. “Ini bukti dari kepedulian kami terhadap sesama,” kata Muhammad Ali saat memberikan bantuan secara simbolis kepada 200 mahasiswa di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/6/2016).
PLN memberikan beasiswa kepada mahasiswa melalui program Cahaya Pintar, masing-masing Rp5 juta selama setahun. Untuk program beasiswa ini, Lazismu menyalurkan dana sebesar Rp40 miliar. Kemungkinan besar nanti akan ada penambahan jumlah di kemudian hari. Tujuannya agar penerima manfaat semakin besar.
Menurut Ali yang juga Pembina Lazis PLN, beasiswa Cahaya Pintar merupakan salah satu program unggulan dari Lazis PLN. Karena salah satu cara ampuh memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sasaran program ini adalah mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu, tetapi memiliki semangat belajar yang tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan harapan bagi mahasiswa kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan program 1.000 pondok pesantren bersih. Dan di Yogyakarta setidaknya ada tiga pesantren yang ada di Gunungkidul menjadi sasaran program ini. Setiap pondok pesantren akan mendapatkan bantuan Rp50 juta. Tak hanya itu, melalui Lazis PLN mereka juga menggelar program pemberdayaan masyarakat di Gunungkidul dan Sleman sebesar Rp175 juta.
“Para penerima manfaat juga mendapatkan pembinaan rutin keislaman. Mereka juga mendapatkan pelatihan disaster management untuk disiapkan menjadi relawan program dakwah dan kemanusiaan Lazis PLN,” kata Ali.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bantuan bukan sekadar amal semata, tetapi juga bentuk kepedulian membangun karakter bangsa. Menurut Sultan, saat ini perlu sumber daya manusia (SDM) yang bagus agar menghasilkan gagasan berkreasi.
Sehingga Indonesia nantinya bisa disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain yang sebelumnya telah maju. “Dukungan berbagai pihak merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap program pemerintah,” kata Sultan.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani berharap program ini bisa memberi kontribusi nyata terhadap lancarnya program pendidikan di Tanah Air. Dengan bantuan ini, mahasiswa bisa menyelesaikan studinya secara tepat waktu. “Sebab mahasiswa adalah aset bangsa yang harus dipupuk agar lebih maju,” ucapnya.
(ven)
Lihat Juga :