Efisiensi, Bank RBS Berencana PHK 900 Karyawan

Rabu, 22 Juni 2016 - 11:58 WIB
Efisiensi, Bank RBS...
Efisiensi, Bank RBS Berencana PHK 900 Karyawan
A A A
EDINBURGH - Royal Bank of Scotland (RBS) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 900 karyawan mereka, di tengah upaya mengurangi biaya pengeluaran sebesar 800 juta poundsterling tahun ini. Pemberi pinjaman yang saham mayoritas dimiliki pemerintah Inggris ini kabarnya telah memangkas lebih dari 2.500 pekerja sejak Januari.

Dilansir BBCnews, Rabu (22/6/2016) RBS telah mengurangi skala operasional internasional mereka untuk fokus hanya pada Inggris dan Skotlandia. Berdasarkan sumber terdekat, serikat pekerja telah secara resmi diberitahukan pihak perbankan terkait rencana mereka. Sedangkan Bank memilih untuk tidak mengumumkan pengurangan staf kepada publik.

RBS di Inggris telah mempekerjakan kurang lebih 64.000 orang dengan total di seluruh dunia mencapai 89.000. Saat Bank ditebus pada puncak krisis keuangan global delapan tahun lalu dengan sekitar 180.000 staf. Juru Bicara untuk bank menerangkan RBS berencana menjadi bank Inggris yang lebih kecil dengan begitu akan ada restrukturisasi layanan dukungan kami.

"Maka untuk lebih menyelaraskan dengan bisnis kita, perubahan ini sayangnya berarti harus ada beberapa yang kehilangan pekerjaan. Kami memahami betapa sulitnya ini untuk staf kami dan akan menawarkan dukungan sebaik mungkin yang bisa kita dapatkan termasuk penempatan untuk peran-peran lain," jelasnya.

Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Bank RBS kebanyakan akann menimpa jaringan cabang mereka, dimana sebelumnya Bank mengumumkan rencana untuk memotong sekitar satu orang dari setiap 10 pekerjaan pada tahun 2016. Ada laporan bahwa pemotongan lebih besar diharapkan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
49 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved