Soal RUEN, Jokowi Disodorkan Opsi Mengenai Nuklir

Rabu, 22 Juni 2016 - 21:40 WIB
Soal RUEN, Jokowi Disodorkan...
Soal RUEN, Jokowi Disodorkan Opsi Mengenai Nuklir
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menggelar sidang kabinet paripurna ke-3 Dewan Energi Nasional (DEN) untuk menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan penambahan anggota DEN. RUEN nantinya akan dijadikan arah dan peta jalan pembangunan energi hingga 2050.

Dia mengatakan, saat ini sudah saatnya perencanaan dan pembangunan energi nasional dilakukan secara lebih komprehensif dan memiliki visi jangka panjang. Selain itu, RUEN juga bisa menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor terkait.

"‎Dan harus menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, pemda, BUMN, dan stakeholder bersinergi melaksanakan komitmen pembangunan energi kita ke depan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Jokowi berharap, RUEN bisa menjawab permasalahan energi saat ini, serta dapat mengantisipasi perkembangan energi global. Apalagi, di tengah kondisi harga minyak yang masih rendah maka penetapan RUEN harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola sektor energi nasional.

"‎Rendahnya harga minyak juga bisa membangun kedaulatan energi kita untuk cadangan penyangga untuk mengantisipasi perkembangan masa depan," imbuh dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta, RUEN juga bisa mendorong secara agresif pengembangan energi bersih dan konservasi energi. Apalagi, pemerintah berniat meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 23% hingga 2025.

"‎Tidak boleh ada ego sektoral dan pengembangan EBT merupakan komitmen kita bersama, komitmen nasional kita. Saya minta RUEN harus mendorong secara agresif pengembangan energi bersih dan konservasi energi‎," pungkasnya.

Sekadar informasi, salah satu poin penting dalam naskah RUEN adalah mengenai pengembangan energi nuklir. Rencananya, Presiden Jokowi akan disodorkan dua opsi mengenai nuklir.

Opsi pertama, pembangkit listrik tenaga nuklir dapat dibangun apabila target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% di 2025 tidak tercapai. Sementara kedua, pengembangan energi nuklir menjadi pilihan terakhir setelah semua potensi eneregi yang ada di Tanah Air telah dimanfaatkan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kunjungi DPRD DKI, DEN:...
Kunjungi DPRD DKI, DEN: Jangan Sampai DKI Jadi Provinsi Terakhir
8 Anggota Dewan Energi...
8 Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Ditetapkan Komisi XII DPR, Ini Daftarnya
Tekan Impor, DEN: Transisi...
Tekan Impor, DEN: Transisi Energi Harus Cepat Terealisasi
Dukung Transisi Energi,...
Dukung Transisi Energi, BAg Raih 2 Penghargaan dari DEN
Pembangunan PLTN Masih...
Pembangunan PLTN Masih Tunggu Arahan Jokowi
Resmi Dapat Restu DPR,...
Resmi Dapat Restu DPR, Ini 8 Nama Anggota DEN Pemangku Kepentingan
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
2 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
5 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
6 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
7 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
7 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
9 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved