Baru IPO, Saham Twilio Melonjak 60%

Jum'at, 24 Juni 2016 - 01:07 WIB
Baru IPO, Saham Twilio...
Baru IPO, Saham Twilio Melonjak 60%
A A A
NEW YORK - Ditengah ketidakpastian ekonomi dunia serta menunggu hasil referendum Inggris Raya soal Brexit (keluar dari keanggotaan Uni Eropa), Twilio justru melakukan langkah berani. Perusahaan yang dibentuk Jeff Lawson pada 2007, memilih melantai di New York Stock Exchange.

Perusahaan yang berpusat di San Francisco, California, Amerika Serikat ini, melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Twilio merupakan software yang membantu perusahaan berkomunikasi dengan pelanggan menggunakan suara, video, dan pesan secara anonim. Uber, OpenTable dan Nordstrom adalah beberapa klien mereka.

Melansir CNBC, Kamis (23/6/2016), dalam perdagangan Kamis waktu AS, (kode saham: TWLO) dibuka langsung lebih tinggi 60% dari harga perkiraan sebesar USD15 per saham. TWLO langsung tancap gas ke level USD23,99 per saham dan memperpanjang keuntungan menjadi USD24,71 atau naik 65%.

Alasan perusahaan melakukan go public, dinilai karena belum menghasilkan keuntungan. Meski pada 2015, pendapatan perusahaan naik dua kali lipat menjadi USD166,9 juta tapi mereka masih membukukan rugi bersih USD35,5 juta.

Alhasil, dari penawaran saham perdana tersebut, Twilio meraup dana USD150 juta, 50% lebih dari ekspektasi yang diperkirakan. Namun, Presiden Sharepost, Sven Weber mengingatkan untuk berhati-hati terhadap euforia tersebut.

“Hati-hati untuk mengukur pasar IPO terhadap satu ini (IPO Twilio), jika IPO Twilio berjalan dengan baik maka perusahaan akan line-up. Tetapi jika ia pergi buruk, Anda akan melihat reaksi yang berlawanan,” ujarnya seperti dikutip Forbes, Kamis (23/6/2016).

Penawaran saham perdana Twilio adalah IPO teknologi ketiga tahun ini, setelah Secure Works yang meraup dana USD112 juta pada April lalu, dan China Online Education Group pada awal bulan ini, yang hanya memperoleh USD46 juta.

Situs Dealogic mengatakan apa yang dilakukan Twilio, jauh dari perkiraan banyak orang, yang menyebut bahwa tahun ini merupakan tahun terburuk untuk IPO teknologi. Namun, bisa jadi kesuksesan IPO Twilio karena revolusi dari aplikasi itu sendiri.

“Produk ini telah benar-benar merevolusi cara membangun aplikasi dan merevolusi cara menggunakan aplikasi," kata David Rudow, analis riset ekuitas senior di Thrivent Asset Management kepada Wall Street Journal, Rabu (22/6/2016).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IPO Menjadi Pintu Masuk...
IPO Menjadi Pintu Masuk Lambungkan Kekayaan Miliarder Dunia
Ini 3 Tips Jitu Pilah...
Ini 3 Tips Jitu Pilah dan Pilih Saham IPO dari MNC Sekuritas
Gelar IPO dengan Tawarkan...
Gelar IPO dengan Tawarkan Saham Hingga 25 Persen untuk Perkuat Kinerja Anak Usaha
Saham AMMN Berpeluang...
Saham AMMN Berpeluang Menguat di Semester II
Beli Saham Perusahaan...
Beli Saham Perusahaan IPO Makin Mudah lewat Fitur Ini
Mau Beli Saham Lewat...
Mau Beli Saham Lewat e-IPO? Simak Begini Caranya
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved