Rupiah Hari Ini Diperkirakan di Level 13.360-13.320/USD
Rabu, 29 Juni 2016 - 09:34 WIB
Rupiah Hari Ini Diperkirakan di Level 13.360-13.320/USD
A
A
A
JAKARTA - Berita pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pertengahan sesi kedua telah meniupkan angin segar bagi pasar.
Head of Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan disahkannya RUU Tax Amnesty, menjadi angin segar tersendiri bagi mata uang rupiah. Dengan pengesahan RUU Tax Amnesty, maka ada peluang dana repatriasi hingga Rp1.000 triliun yang masuk ke dalam negeri.
Keadaan ini sangat direspon para pelaku pasar sehingga mampu mematahkan trend penguatan USD terhadap rupiah. Disisi lain, melemahnya Indeks USD sekitar -0.42% dapat membantu laju penguatan rupiah untuk mengantarkan rupiah berada di posisi terkuat dalam empat bulan terakhir.
Disaat rupiah mampu menguat, kata Reza, pergerakan mata uang ASEAN lainnya terlihat bergerak variatif. Seperti Dolar Singapura yang melemah 0.08%, Ringgit Malaysia menguat 0.05%, Baht Thailand menguat 0.02% serta Peso Filipina melemah 0.49%. “Kini sentimen dari domestik, terkait akan penyelesaian RUU Tax Amnesty diharapkan dapat diputuskan secepatnya dan tidak ada penundaan,” ujar Reza, Rabu (29/6/2016).
Rupiah pada perdagangan kemarin, mampu menguat hingga 1.22% ke level Rp 13.170. Level tersebut berhasil menembus level resisten kami sebelumnya di area 13.320. Dengan adanya, sentimen Tax Amnesty diharapkan dapat terus melanjutkan penguatan rupiah dalam jangka panjang dengan range support 13.192, resisten 13.107.
Ia memperkirakan rupiah pada hari ini berada di level support 13.360 dan resisten 13.320. Namun, sambung dia tetap cermati sentimen yang ada.
Head of Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan disahkannya RUU Tax Amnesty, menjadi angin segar tersendiri bagi mata uang rupiah. Dengan pengesahan RUU Tax Amnesty, maka ada peluang dana repatriasi hingga Rp1.000 triliun yang masuk ke dalam negeri.
Keadaan ini sangat direspon para pelaku pasar sehingga mampu mematahkan trend penguatan USD terhadap rupiah. Disisi lain, melemahnya Indeks USD sekitar -0.42% dapat membantu laju penguatan rupiah untuk mengantarkan rupiah berada di posisi terkuat dalam empat bulan terakhir.
Disaat rupiah mampu menguat, kata Reza, pergerakan mata uang ASEAN lainnya terlihat bergerak variatif. Seperti Dolar Singapura yang melemah 0.08%, Ringgit Malaysia menguat 0.05%, Baht Thailand menguat 0.02% serta Peso Filipina melemah 0.49%. “Kini sentimen dari domestik, terkait akan penyelesaian RUU Tax Amnesty diharapkan dapat diputuskan secepatnya dan tidak ada penundaan,” ujar Reza, Rabu (29/6/2016).
Rupiah pada perdagangan kemarin, mampu menguat hingga 1.22% ke level Rp 13.170. Level tersebut berhasil menembus level resisten kami sebelumnya di area 13.320. Dengan adanya, sentimen Tax Amnesty diharapkan dapat terus melanjutkan penguatan rupiah dalam jangka panjang dengan range support 13.192, resisten 13.107.
Ia memperkirakan rupiah pada hari ini berada di level support 13.360 dan resisten 13.320. Namun, sambung dia tetap cermati sentimen yang ada.
(ven)