Lebaran Tahun Ini Terasa Spesial bagi Mendag Lembong

Kamis, 07 Juli 2016 - 08:15 WIB
Lebaran Tahun Ini Terasa...
Lebaran Tahun Ini Terasa Spesial bagi Mendag Lembong
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengaku tahun ini menjadi Ramadhan dan Idul Fitri yang berbeda baginya. Meskipun tidak menjalani ibadah puasa, namun Tom merasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini spesial baginya.

Pasalnya, tahun ini menjadi tahun pertama baginya menjabat sebagai seorang menteri. Dirinya harus menjalani rutinitas berbuka puasa bersama dengan para karyawan dan seluruh pemangku kepentingan di sektor perdagangan, bahkan menggelar acara buka puasa bersama di kantornya.

"Ini Ramadhan dan Idul Fitri pertama buat saya sebagai menteri. Pengalaman yang sangat menarik. Maaf jika agak kaku, karena sebagai tuan rumah untuk berbuka puasa itu saya belum pernah. Kalau sebagai tamu (buka puasa) sering," ungkapnya saat berbincang dengan media di kantornya belum lama ini.

Selain tu, pada Ramadhan tahun ini pun dirinya juga diberi kejutan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Betapa tidak, Presiden Jokowi menginstruksikannya bersama kementerian teknis lainnya untuk menjungkirbalikkan harga pangan yang biasanya melambung tiap jelang puasa dan Lebaran.

"Kejutan dari Presiden untuk menjungkirbalikkan harga pangan. Kita harus mencoba sesuatu yang baru dan itu yang sudah sering kita dengar dari beliau (Presiden Jokowi)," imbuh dia.

Menurutnya, Jokowi telah berulang kali memperingatkan agar pemerintah tidak terjebak rutinitas harga pangan melambung tiap menjelang puasa dan Lebaran. Pemerintah diminta untuk berinovasi dan mengambil perspektif yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Jangan terjebak rutinitas, hanya karena kita sudah biasa harga pangan naik. Sampai sekarang pun, sudah jadi bulan Ramadhan yang menarik buat saya. Penuh pelajaran buat saya," akunya.

Tom mengaku, akan memetik pelajaran dan pengalaman dari gejolak harga pangan tahun ini untuk kemudian jangan sampai terjadi lagi di tahun-tahun mendatang. "Dan solusi nyata yang bisa kita implementasikan ke depan untuk memperbaiki di kemudian hari," pungkasnya.

Sekadar informasi, Tom lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971. Ayahnya adalah T Yohanes Lembong ( Ong Joe Gie), seorang dokter ahli jantung dan THT lulusan Universitas Indonesia asal Manado (Kakak Dari Eddie Lembong) dan ibunda bernama Yetty Lembong, seorang ibu rumah tangga asal Tuban. Tom menikah dengan Franciska pada tahun 2002 dan dikaruniai sepasang puteri dan putera.

Dia adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang menjabat sejak 12 Agustus 2015, menggantikan Rachmat Gobel.

Sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom adalah salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada 2006. Sampai sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom menjabat sebagai CEO dan anggota Investment Committee.

Pengalaman kerja Tom sebelum mendirikan Quvat adalah bekerja di Farindo Investments, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaji dan Tunjangan Tom...
Gaji dan Tunjangan Tom Lembong saat Jadi Menteri Perdagangan RI 2015-2016
Pakar Hukum Sebut Dakwaan...
Pakar Hukum Sebut Dakwaan Terbatas pada 2015-2016 Lemahkan Kasus Tom Lembong
Tom Lembong Tak Hadiri...
Tom Lembong Tak Hadiri Open House Anies Baswedan, Ini Alasannya
Jaksa Tepis Tudingan...
Jaksa Tepis Tudingan Tom Lembong Sebut Kasusnya Politis dan Kriminalisasi
Tanggapi Replik Jaksa,...
Tanggapi Replik Jaksa, Tom Lembong Ibaratkan Korek Api dan Korek Telinga di Pesawat
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved