Bos BEI Sebut Tax Amnesty Kerek IHSG ke Level 5.000
Jum'at, 01 Juli 2016 - 13:01 WIB
Bos BEI Sebut Tax Amnesty Kerek IHSG ke Level 5.000
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengungkapkan, disahkannya Undang-Undang (UU) pengampunan pajak atau tax amnesty memberikan sentimen positif ke pasar saham. Hasilnya membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik bergerak ke level 5.000.
"Begini, kalau tanya saya, sebagian yes (karena) tax amnesty. Walaupun sebagian adalah semuanya pelan-pelan mulai panen aktivitas," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Efek tax amnesty, kata Tito, sudah mulai kelihatan karena menambah likuiditas dan membuat suku bunga acuan turun. Hal itu membuat dana investor asing yang masuk jadi naik.
Selain itu, lanjut dia, tax amnesty juga bisa memperbaiki neraca pembayaran Indonesia. Sebab, Indonesia sebenarnya masuk ke dalam kategori negara sehat tapi kekurangan likuiditas.
"Lucunya negara kita ini, loan to GDP hanya 30%-an, sangat sehat, berapa negara lain 70% tapi loan to deposit ratio kita itu 90%. Jadi, negara kita sehat tapi tidak likuid," sambungnya
Dia mencontohkan, loan to deposit ratio negara seperti Singapura sudah 100% tapi loan to GDP ratio rendah. "Sebenarnya dia tidak sehat tapi likuid, uang masuk dari mana? Apa sih yang dia punya? Contohnya sumber daya alam enggak ada," tutur dia.
Menurutnya, dengan ditariknya dana di luar negeri ke Tanah Air bisa membuat neraca pembayaran lebih bagus, inflasi terjaga, dan ekonomi membaik. Investor asing juga terlihat sudah mengapresiasi kebijakan tax amnesty ini.
"Dengan kita tarik ke Indonesia, kita jadi lebih sehat, kalau lebih sehat maka balance of payment bagus, inflasi terjaga, ekonomi membaik. Ini diapresiasi asing, sangat bullish bisa dilihat lima hari di atas Rp4 triliun nett buy," pungkasnya.
Adapun, investor asing mengetahui dua dari tiga pintu masuk tax amnesty ada di pasar modal yakni manajer investasi dan perusahaan efek dengan sisanya adalah perbankan.
"Begini, kalau tanya saya, sebagian yes (karena) tax amnesty. Walaupun sebagian adalah semuanya pelan-pelan mulai panen aktivitas," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Efek tax amnesty, kata Tito, sudah mulai kelihatan karena menambah likuiditas dan membuat suku bunga acuan turun. Hal itu membuat dana investor asing yang masuk jadi naik.
Selain itu, lanjut dia, tax amnesty juga bisa memperbaiki neraca pembayaran Indonesia. Sebab, Indonesia sebenarnya masuk ke dalam kategori negara sehat tapi kekurangan likuiditas.
"Lucunya negara kita ini, loan to GDP hanya 30%-an, sangat sehat, berapa negara lain 70% tapi loan to deposit ratio kita itu 90%. Jadi, negara kita sehat tapi tidak likuid," sambungnya
Dia mencontohkan, loan to deposit ratio negara seperti Singapura sudah 100% tapi loan to GDP ratio rendah. "Sebenarnya dia tidak sehat tapi likuid, uang masuk dari mana? Apa sih yang dia punya? Contohnya sumber daya alam enggak ada," tutur dia.
Menurutnya, dengan ditariknya dana di luar negeri ke Tanah Air bisa membuat neraca pembayaran lebih bagus, inflasi terjaga, dan ekonomi membaik. Investor asing juga terlihat sudah mengapresiasi kebijakan tax amnesty ini.
"Dengan kita tarik ke Indonesia, kita jadi lebih sehat, kalau lebih sehat maka balance of payment bagus, inflasi terjaga, ekonomi membaik. Ini diapresiasi asing, sangat bullish bisa dilihat lima hari di atas Rp4 triliun nett buy," pungkasnya.
Adapun, investor asing mengetahui dua dari tiga pintu masuk tax amnesty ada di pasar modal yakni manajer investasi dan perusahaan efek dengan sisanya adalah perbankan.
(akr)
Lihat Juga :