Jokowi Tolak Permintaan PLN Cabut Proyek HVDC di RUPTL

Minggu, 03 Juli 2016 - 19:48 WIB
Jokowi Tolak Permintaan...
Jokowi Tolak Permintaan PLN Cabut Proyek HVDC di RUPTL
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk tetap memasukkan proyek kabel listrik bertegangan tinggi bawah laut jaringan listrik Jawa-Sumatera (High Voltage Direct Current/HVDC) 500 kilo volt (kV) dalam Rencana usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025). Hal ini dilakukan meskipun PT PLN (Persero) telah meminta agar proyek tersebut dicabut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, pada dasarnya Jokowi menganggap pemerintah telah mengambil arah yang benar dalam kebijakan ketenagalistrikan. Karena itu, seluruh pihak diminta untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

"Siapa yang melaksanakan? dari pihak BUMN tentu PLN. Tapi dari pihak swasta tentu ada IPP. Jadi dua-duanya harus berjalan satu arah," katanya di Gardu Induk Cawang, Jakarta, Minggu (3/7/2016).

Menurutnya, sudah tidak ada tawar menawar lagi terkait proyek HVDC 500 kV tersebut. Jadi, jaringan kabel bawah laut tegangan tinggi yang bertujuan untuk interkoneksi Jawa dan Sumatera harus tetap dibangun.

"Dan itu sudah saya tulis surat kepada Dirut PLN (soal proyek HVDC 500 kV)," imbuh dia.

Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini mengungkapkan, proyek HVDC ini harus tetap dibangun untuk mengantisipasi lonjakan beban penggunaan listrik di kedua wilayah tersebut yang harus dijaga keseimbangannya. Jokowi pun diakuinya sependapat dan menyatakan HVDC harus tetap dibangun untuk keseimbangan kedua wilayah.

"Karena itu suatu ketika, beban yang paling berat itu kan Jawa, Sumatera dan Bali. Jadi harus tersambung. Tidak ada tawar menawar soal HVDC. Jadi saya berharap tidak ada lagi polemik, dan tidak ada lagi diskusi mengenai itu. Tinggal dijalankan," tandasnya.

Sekadar informasi, proyek HVDC ini nantinya tak hanya menyalurkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar 2x600 Megawatt (MW) saja, tetapi juga meneruskan pasokan dari pembangkit Sumsel 9 dengan kapasitas 2x600 MW dan Sumsel 10 sebesar 600 MW.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
2 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
4 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
6 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
7 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
9 jam yang lalu
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved