Pasca Brexit, Inggris Berencana Pangkas Pajak Perusahaan

Senin, 04 Juli 2016 - 23:19 WIB
Pasca Brexit, Inggris...
Pasca Brexit, Inggris Berencana Pangkas Pajak Perusahaan
A A A
LONDON - Inggris telah mengumumkan rencana untuk memotong pajak perusahaan menjadi kurang dari 15% untuk menjaga agar perusahaan-perusahaan tetap tertarik berinvestasi di negara tersebut setelah Brexit atau keputusan warga Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Menteri keuangan Inggris George Osborne mengatakan ingin membangun apa yang disebut 'super-kompetitif ekonomi', dengan pajak yang rendah.

(Baca Juga: Inggris Dilarang Negosiasi Dagang Hingga Proses Brexit Rampung)

Dilansir Reuters, Senin (4/7/2016) guna mewujudkan super-kompetitif ekonomi, target Osborne selanjutnya pajak menjadi lebih rendah pada 2020 yang sekarang berada pada posisi 20% untuk menjadi pajak terendah untuk suatu ekonomi negara maju saat ini. Meski belum diketahui secara pasti kapan Inggris akan memberlakukan rencana tersebut, tapi bila terwujud Inggris akan mendekati pajak Irlandia sebesar 12,5% sebagai negara berkembang.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekhawatiran perusahaan-perusahaan akan meninggalkan negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- itu itu akibat ketidakpastian hubungan negara ini dengan UE ke depan. Rencana kebijakan Inggris ini langsung mendapatkan respons dari beberapa negara akibat merasa terancam pajak rendah yang bakal diberlakukan Inggris.

Menteri Transportasi Irlandia mengatakan Osborne jelas berupaya untuk memikat investor dari Irlandia. "Jika angka itu turun menjadi 12,5% di Inggris, hal itu akan mengancam kita. Ini berarti harus ada penyesuain lagi dan membuat diri kita (Irlandia) lebih menarik," ucap Shane Ross.

Sementara Belanda mengatakan akan meninjau tarif pajak mereka untuk memastikan tetap menarik buat kalangan investor. "Ini adalah sesuatu yang kita pikirkan untuk masa depan," jelas juru bicara kementerian Paul van der Zanden.

"Di satu sisi kita ingin melawan penghindaran pajak dan di sisi lain kita perlu melihat iklim investasi kami," jelas seorang juru bicara untuk Jerman, sedangkan Departemen Keuangan mengatakan rencana untuk memotong pajak korporasi harus adil. "Jelas bahwa tujuan pemerintah (Jerman) untuk menangani masalah pajak adalah dengan cara yang adil di satu pasar," ucap Martin Jaeger.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
32 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved