Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM Capai 200%
Selasa, 05 Juli 2016 - 15:13 WIB
Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM Capai 200%
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan telah selesai mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dalam upaya melakukan antisipasi untuk mencegah kelangkaan di titik-titik rawan kepadatan pada jalur mudik. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menerangkan hingga saat ini telah disalurkan 1,8 juta liter premium wilayah Brebes, Ngawi, dan Tegal.
"Di terminal BBM Pertamina terisi aman. Kami catat sampai semalam pukul 22.00 WIB, sudah disalurkan hampir 200% BBM premium, ini di atas rata rata penyaluran harian normal. Kalau pertamax 328% di atas rata rata harian normal. Bahkan di atas 560 ribu liter pertamax sudah kami salurkan," terang Wianda saat melakukan konferensi pers, di Kantor Korlantas, Jakarta, Selasa (5/7/2016).
(Baca Juga: Pertamina Pertimbangkan Tambah SPBU di Tol Brebes)
Dia menambahkan hingga saat ini Pertamina dibantu pihak kepolisian terus berupaya memenuhi kebutuhan BBM pemudik, meski di tengah tantangan menembus kepadatan dan kemacetan. Pihak pertamina juga sudah menyiapkan kantong BBM di masing masing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun, karena cukup tinggi permintaan akibatnya mobil tanki ini perlu mengambil stok dari terminal BBM.
"Saya sampaikan kami jual BBM dalam kemasan pertamax, pertamax plus. Motor 1-2 Liter, mobil 5-10 Liter. Kemarin laporan Tim pemasaran Pertamina khususnya Jawa Tengah dibantu kawalan kepolisian masuk tol brebes sudah tiga hari kami kerjakan dan kami salurkan 6.000 liter BBM dalam kemasan yang masuk tol brebes," paparnya.
(Baca Juga: Pertamina Kerahkan Pasukan Motor Antar BBM di 'Brexit')
Lanjut dia Pertamina juga sudah menjemput bola, tidak hanya melayani menunggu di SPBU, namun masuk ke titik titik kemacetan. Sejauh ini, Pertamina telah menerima banyak laporan yang melakukan pemesanan ke kontak pertamina 1-500000.
"Kami siaga 24 jam. Ada beberapa laporan dari warga yang membutuhkan. Intinya dari stok nasional terus kami jaga, hampir semua produk di atas 20 hari. Kami juga baru selesai rapat dipimpin Kakorlantas Polri dan Dirjen Perhubungan Darat sama-sama siapkan bagaimana rute arus balik yang harus diantisipasi bersama. Di mana saja ada potensi penumpukan masyarakat yang akan kembali ke ibu kota," lanjut dia.
(Baca Juga: Terjebak Macet, Pertamina Antar BBM Langsung ke Pemudik)
Dijelaskan guna mengantisipasi penumpukan yang terjadi di exit tol cikarang dalam arus balik, Pertamina telah mengajukan ijin ke Badan Pengelola Jalan Tol atau kepolisian agar di Rest Area bisa dipenuhi kios Pertamax yang menjual bensin kemasan.
"Untuk saat ini kami mengoperasikan hampir 10 kios Pertamax. Di jalur Pantura sekitar 7 kios, Pantai Selatan 3 kios. Diluar itu kami menambah SPBU rest area khusus roda dua. Ini untuk antisipasi motor mengantri bersama mobil, tapi mengisi BBM di lokasi transit tersebut," tutupnya.
"Di terminal BBM Pertamina terisi aman. Kami catat sampai semalam pukul 22.00 WIB, sudah disalurkan hampir 200% BBM premium, ini di atas rata rata penyaluran harian normal. Kalau pertamax 328% di atas rata rata harian normal. Bahkan di atas 560 ribu liter pertamax sudah kami salurkan," terang Wianda saat melakukan konferensi pers, di Kantor Korlantas, Jakarta, Selasa (5/7/2016).
(Baca Juga: Pertamina Pertimbangkan Tambah SPBU di Tol Brebes)
Dia menambahkan hingga saat ini Pertamina dibantu pihak kepolisian terus berupaya memenuhi kebutuhan BBM pemudik, meski di tengah tantangan menembus kepadatan dan kemacetan. Pihak pertamina juga sudah menyiapkan kantong BBM di masing masing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun, karena cukup tinggi permintaan akibatnya mobil tanki ini perlu mengambil stok dari terminal BBM.
"Saya sampaikan kami jual BBM dalam kemasan pertamax, pertamax plus. Motor 1-2 Liter, mobil 5-10 Liter. Kemarin laporan Tim pemasaran Pertamina khususnya Jawa Tengah dibantu kawalan kepolisian masuk tol brebes sudah tiga hari kami kerjakan dan kami salurkan 6.000 liter BBM dalam kemasan yang masuk tol brebes," paparnya.
(Baca Juga: Pertamina Kerahkan Pasukan Motor Antar BBM di 'Brexit')
Lanjut dia Pertamina juga sudah menjemput bola, tidak hanya melayani menunggu di SPBU, namun masuk ke titik titik kemacetan. Sejauh ini, Pertamina telah menerima banyak laporan yang melakukan pemesanan ke kontak pertamina 1-500000.
"Kami siaga 24 jam. Ada beberapa laporan dari warga yang membutuhkan. Intinya dari stok nasional terus kami jaga, hampir semua produk di atas 20 hari. Kami juga baru selesai rapat dipimpin Kakorlantas Polri dan Dirjen Perhubungan Darat sama-sama siapkan bagaimana rute arus balik yang harus diantisipasi bersama. Di mana saja ada potensi penumpukan masyarakat yang akan kembali ke ibu kota," lanjut dia.
(Baca Juga: Terjebak Macet, Pertamina Antar BBM Langsung ke Pemudik)
Dijelaskan guna mengantisipasi penumpukan yang terjadi di exit tol cikarang dalam arus balik, Pertamina telah mengajukan ijin ke Badan Pengelola Jalan Tol atau kepolisian agar di Rest Area bisa dipenuhi kios Pertamax yang menjual bensin kemasan.
"Untuk saat ini kami mengoperasikan hampir 10 kios Pertamax. Di jalur Pantura sekitar 7 kios, Pantai Selatan 3 kios. Diluar itu kami menambah SPBU rest area khusus roda dua. Ini untuk antisipasi motor mengantri bersama mobil, tapi mengisi BBM di lokasi transit tersebut," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :