Bursa Asia Menguat, IHSG Dibuka Kembali Menghijau
Rabu, 13 Juli 2016 - 09:18 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Dibuka Kembali Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan hari ini tetap berada dalam tren penguatan mengiringi pembukaan bursa Asia yang memperpanjang kenaikan. Pasar saham Tanah Air hari ini dibuka naik 15,55 poin atau 0,30% ke level 5.115,08.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup di zona hijau alias naik 30,51 poin atau 0,60% ke level 5.099,53 di tengah lonjakan mayoritas bursa Asia.
Dilansir CNBC, Rabu (13/7/2016) pasar saham Asia hari ini memperpanjang kenaikan, membuka lebih tinggi setelah indeks utama AS mencapai rekor baru semalam dan mengurangi kekhawatiran investor.
Indeks Australia ASX 200 naik 0,51% pada awal perdagangan, didorong oleh keuntungan sektor energi, material dan keuangan. Saham pertambangan di negara yang sebagian besar gainers setelah harga bijih besi naik lebih dari 6% menjadi USD58,80 per ton semalam. Saham BHP Billiton naik 2,21%, saham Fortescue naik 2,76%, dan Rio Tinto naik 2,04%.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,9% dan indeks Topix naik 2,01% dengan saham menerima dorongan dari melemahnya yen. Kemudian, Indeks di Korea Selatan, Kospi naik 0,91%.
di AS, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup mencaai rekor baru ke level tertinggi atau naik 120,74 poin (0,66%) ke level 18.347,67. Indeks S&P 500 naik 14,98 poin atau 0,7% ke level 2.152,14, dan Indeks Nasdaq bertambah 34,18 poin atau 0,69% ke posisi 5.022,82.
Di sisi lain sektor saham dalam negeri semuanya berada di zona hijau. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor keuangan pertambangan yang naik 3,85% disusul sektor infrastruktur yang naik 0,79%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,53 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp20,44 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp24,98 miliar.
Tercatat 33 saham menguat, 1 saham melemah dan 11 saham stagnan. Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp275 menjadi Rp70.500, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp175 menjadi Rp8.800, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp150 menjadi Rp16.650.
Sementara, saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) turun Rp55 menjadi Rp1.440, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun Rp40 menjadi Rp560, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp25 menjadi Rp565.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup di zona hijau alias naik 30,51 poin atau 0,60% ke level 5.099,53 di tengah lonjakan mayoritas bursa Asia.
Dilansir CNBC, Rabu (13/7/2016) pasar saham Asia hari ini memperpanjang kenaikan, membuka lebih tinggi setelah indeks utama AS mencapai rekor baru semalam dan mengurangi kekhawatiran investor.
Indeks Australia ASX 200 naik 0,51% pada awal perdagangan, didorong oleh keuntungan sektor energi, material dan keuangan. Saham pertambangan di negara yang sebagian besar gainers setelah harga bijih besi naik lebih dari 6% menjadi USD58,80 per ton semalam. Saham BHP Billiton naik 2,21%, saham Fortescue naik 2,76%, dan Rio Tinto naik 2,04%.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,9% dan indeks Topix naik 2,01% dengan saham menerima dorongan dari melemahnya yen. Kemudian, Indeks di Korea Selatan, Kospi naik 0,91%.
di AS, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup mencaai rekor baru ke level tertinggi atau naik 120,74 poin (0,66%) ke level 18.347,67. Indeks S&P 500 naik 14,98 poin atau 0,7% ke level 2.152,14, dan Indeks Nasdaq bertambah 34,18 poin atau 0,69% ke posisi 5.022,82.
Di sisi lain sektor saham dalam negeri semuanya berada di zona hijau. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor keuangan pertambangan yang naik 3,85% disusul sektor infrastruktur yang naik 0,79%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,53 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp20,44 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp24,98 miliar.
Tercatat 33 saham menguat, 1 saham melemah dan 11 saham stagnan. Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp275 menjadi Rp70.500, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp175 menjadi Rp8.800, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp150 menjadi Rp16.650.
Sementara, saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) turun Rp55 menjadi Rp1.440, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun Rp40 menjadi Rp560, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp25 menjadi Rp565.
(izz)
Lihat Juga :