Yen Rebound, Rupiah Berakhir Semakin Perkasa

Rabu, 13 Juli 2016 - 17:00 WIB
Yen Rebound, Rupiah...
Yen Rebound, Rupiah Berakhir Semakin Perkasa
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini semakin perkasa hingga meninggalkan level Rp13.100/USD. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi di tengah pergerakan yen yang terus menguat baik terhadap USD maupun terhadap euro.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.084/USD dengan kisaran harian Rp13.047-Rp13.115/USD. Posisi penutupan hari ini menguat dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.107/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.086/USD atau semakin menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.120/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.081-Rp13.123/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir ada di posisi Rp13.105/USD atau menguat 27 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.132/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.093/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.151/USD.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/7/2016) yen kembali rebound (menguat) setelah dua hari sebelumnya jatuh, akibat risk appetite kuat yang telah menguasai seluruh pasar pada awal pekan ini sedikit memudar.

Safe haven yen telah jatuh 4% terhadap USD sejak awal pekan ini, kinerja terburuk sejak November 2014, setelah koalisi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meraih kemenangan dalam pemilihan majelis tinggi, memicu ekspektasi stimulus.

Berita Senin bahwa Inggris akan memiliki perdana menteri baru hari ini, di mana menteri dalam negeri saat ini Theresa Mei dan laporan pekerjaan AS pada akhir pekan lalu juga telah meningkatkan sentimen risiko, yang telah memuat yen tak berdaya.

Beberapa investor berharap bahwa pertemuan mantan Ketua AS Federal Reserve Ben Bernanke dengan pemimpin Jepang pekan ini akan menandai adopsi "helicopter money", sebuah istilah Bernanke di masa lalu disebutkan sebagai cara bank sentral mungkin membiayai anggaran pemerintah untuk memerangi deflasi.

Namun, USD mencapai sesi rendah terhadap di level 103,95 setelah Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan pada konferensi pers bahwa itu tidak benar, pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan.

"Jika kita punya komentar yang jelas mengenai 'helicopter money' tadi malam maka mungkin USD/yen akan terus naik lebih tinggi," kata Direktur UBS dari Zurich.

"Tapi pasar yang super risiko-on dalam dua hari terakhir dan hari ini tampaknya akan memberikan kembali sedikit itu, sehingga masuk akal bahwa USD/yen kembali memberikan sedikit keuntungan," imbuhnya.

USD terhadap yen turun 0,5% ke level 104,175, sementara euro terhadap yen juga turun 0,7% menjadi 115,06. Namun, masih tercatat naik sekitar 3,5% sejauh pekan ini.

Sementara, yen dapat meringankan lebih lanjut dalam waktu dekat, penurunan berkelanjutan terhadap USD tampaknya tidak mungkin. "Saya pikir langkah ini tidak lebih dari posisi mengkuadratkan dan akan membuktikan sementara," kata Daisuke Karakama, kepala ekonom pasar di Mizuho Bank di Tokyo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
38 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved