Rupiah Berpotensi Melemah Tertekan Harga Minyak
Kamis, 14 Juli 2016 - 08:26 WIB
Rupiah Berpotensi Melemah Tertekan Harga Minyak
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah cenderung menguat terbatas pada perdagangan kemarin. Terlihat laju rupiah masih bergerak sideways cenderung menguji resistennya di area Rp13.092/USD.
"Kami berharap, agar rupiah mampu bertahan di area ini mengingat adanya tekanan pada pergerakan harga minyak dunia, sehingga berpotensi membuat rupiah cenderung melanjutkan pelemahannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (14/7/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.111/USD serta resisten di level Rp13.080/USD.
Sementara, indeks USD melemah setelah pemerintah Jepang membantah adanya "helicopter money" yang dapat membeli obligasi pemerintah atau pemotongan pajak secara langsung dan keputusan Bank of Canada untuk mempertahankan tingkat suku bunganya.
"Meski adanya dugaan persediaan minyak AS yang meningkat membuat harga minyak mentah berbalik turun, namun tidak banyak berimbas pada nilai tukar rupiah yang mampu berbalik positif seiring masih adanya sentimen positif di dalam negeri," pungkasnya.
"Kami berharap, agar rupiah mampu bertahan di area ini mengingat adanya tekanan pada pergerakan harga minyak dunia, sehingga berpotensi membuat rupiah cenderung melanjutkan pelemahannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (14/7/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.111/USD serta resisten di level Rp13.080/USD.
Sementara, indeks USD melemah setelah pemerintah Jepang membantah adanya "helicopter money" yang dapat membeli obligasi pemerintah atau pemotongan pajak secara langsung dan keputusan Bank of Canada untuk mempertahankan tingkat suku bunganya.
"Meski adanya dugaan persediaan minyak AS yang meningkat membuat harga minyak mentah berbalik turun, namun tidak banyak berimbas pada nilai tukar rupiah yang mampu berbalik positif seiring masih adanya sentimen positif di dalam negeri," pungkasnya.
(izz)