BI Klaim Tax Amnesty Membuat Investor Ekspansi ke Indonesia

Jum'at, 15 Juli 2016 - 17:27 WIB
BI Klaim Tax Amnesty...
BI Klaim Tax Amnesty Membuat Investor Ekspansi ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat meski Peraturan Menteri Keuangan (PMK) soal UU Pengampunan Pajak (tax amnesty) belum keluar, namun para investor sudah ada yang masuk terlebih dahulu investasi dan ekspansi ke Indonesia. Ini dikarenakan, mereka melihat peluang ekonomi yang lebih kuat untuk Indonesia setelah disahkannya tax amnesty.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan di mata para investor, tax amnesty ini membawa sentimen yang sangat positif. Bagi mereka, momentum investasi di Indonesia semakin terbuka lebar. (Baca: Jokowi Blusukan Sosialisasi Tax Amnesty di Surabaya)

"Walaupun pelaksanaannya belum sepenuhnya karena menunggu PMK yang mungkin hari ini atau Senin diterbitkan, tapi sentimen positif sudah ada, dalam bentuk pembelian dana luar negeri masuk ke indonesia. Mereka melihat bahwa dengan pengampunan pajak ini ada potensi untuk pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Sehingga investor-investor itu mendahului masuk dulu," kata dia di Gedung BI, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Saat implementasinya nanti, dana-dana yang masuk akan menuju ke pasar keuangan yang bisa bercabang ke banyak hal. (Baca: Bos MNC Bank: Tax Amnesty Untungkan Perbankan)

"Bisa untuk menjadi suatu permintaan kredit, ekspansi usaha, menjadi penerbitan obligasi atau membeli right issue perusahaan swasta dan BUMN," kata Mirza.

Hal yang normal, kata Mirza, adalah dana-dana repatriasi tersebut memang masuk dulu ke pasar keuangan baru setelah itu akan kelihatan di sektor riil.

"Itu nanti pasti kelihatan dan menurut saya siklusnya memang normalnya seperti itu," pungkas Mirza.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Cegah Penggelapan Pajak,...
Cegah Penggelapan Pajak, ADB Merajut Hub Regional Kerja Sama Asia Pasifik
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
13 menit yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
1 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
2 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
3 jam yang lalu
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
12 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
14 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved