IHSG dan Bursa Asia Berakhir Kompak Menguat
Senin, 18 Juli 2016 - 16:22 WIB
IHSG dan Bursa Asia Berakhir Kompak Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (18/7/2016) berakhir menguat 17,32 poin atau 0,34% ke level 5.127,50.
Sebelumnya, pagi tadi, indeks dibuka turun turun tipis 2,26 poin atau 0,04% ke level 5.107,92. Namun pada sesi I perdagangan, IHSG berhasil rebound 16,56 poin atau 0,32% ke level 5.126,74.
Selaras dengan IHSG, pasar Asia ditutup naik, mengabaikan kudeta militer yang gagal di Turki. Melansir CNBC, Senin (18/7/2016), indeks Kosi Korea Selatan berakhir menguat 3,85 poin atau 0,19% ke level 2.021,11. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,66% atau 143,93 poin ke posisi 21.803,18, sementara indeks Shanghai China turun 10,38 poin atau 0,34% pada level 3.043,90 dan bursa Shenzen berakhir lebih rendah 10,85 poin alias 0,53% ke 2.027,87. Adapun bursa Jepang sedang libur Marine Day.
Di Australia, ASX 200 ditutup naik 28,93 poin atau 0,53% ke 5.458,50, dimana sebagai sektor saham berakhir menghijau. NZX 50 Selandia Baru ditutup menguat 33,07 poin atau 0,46% ke 7.105,95. Kit Juckes, analis tetap di Societe Generale, mengatakan pasar Asia meningkat setelah mereka mengabaikan kudeta militer yang gagal untuk menggulingkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
“Pasar terbangun dari akhir pekan dan memutuskan kudeta yang gagal di Turki adalah urusan dalam negeri yang reda cukup cepat. Turki masih terlalu bergantung pada dana asing untuk kenyamanan (ekonomi) mereka, tapi pasar telah mengabaikan soal kudeta,” ujarnya, Senin (18/7/2016).
Di bursa Indonesia, pada penutupan Senin ini, nilai transaksi saham mencapai Rp6,49 triliun dari 6,15 miliar saham yang diperdagangkan. Sektor saham pertambangan memimpin penguatan 2,05%, diikuti saham perkebunan naik 1,78% dan aneka industri yang meningkat 1,77%.
Adapun nilai transaksi bersih asing negatif Rp84,171 miliar dengan aksi jual asing Rp2,59 triliun berbanding aksi beli asing sebesar Rp2,50 triliun. Tercatat 178 saham menguat, 147 melemah dan 91 saham stagnan.
Sementara sektor saham yang mengalami penguatan adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PGAS, PT Astra International Tbk (ASII), OASA, dan HEXA. Saham-saham yang mengalami tekanan LPGI, PT Mayora (MYOR), MREI, STTP, dan POOL.
Sebelumnya, pagi tadi, indeks dibuka turun turun tipis 2,26 poin atau 0,04% ke level 5.107,92. Namun pada sesi I perdagangan, IHSG berhasil rebound 16,56 poin atau 0,32% ke level 5.126,74.
Selaras dengan IHSG, pasar Asia ditutup naik, mengabaikan kudeta militer yang gagal di Turki. Melansir CNBC, Senin (18/7/2016), indeks Kosi Korea Selatan berakhir menguat 3,85 poin atau 0,19% ke level 2.021,11. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,66% atau 143,93 poin ke posisi 21.803,18, sementara indeks Shanghai China turun 10,38 poin atau 0,34% pada level 3.043,90 dan bursa Shenzen berakhir lebih rendah 10,85 poin alias 0,53% ke 2.027,87. Adapun bursa Jepang sedang libur Marine Day.
Di Australia, ASX 200 ditutup naik 28,93 poin atau 0,53% ke 5.458,50, dimana sebagai sektor saham berakhir menghijau. NZX 50 Selandia Baru ditutup menguat 33,07 poin atau 0,46% ke 7.105,95. Kit Juckes, analis tetap di Societe Generale, mengatakan pasar Asia meningkat setelah mereka mengabaikan kudeta militer yang gagal untuk menggulingkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
“Pasar terbangun dari akhir pekan dan memutuskan kudeta yang gagal di Turki adalah urusan dalam negeri yang reda cukup cepat. Turki masih terlalu bergantung pada dana asing untuk kenyamanan (ekonomi) mereka, tapi pasar telah mengabaikan soal kudeta,” ujarnya, Senin (18/7/2016).
Di bursa Indonesia, pada penutupan Senin ini, nilai transaksi saham mencapai Rp6,49 triliun dari 6,15 miliar saham yang diperdagangkan. Sektor saham pertambangan memimpin penguatan 2,05%, diikuti saham perkebunan naik 1,78% dan aneka industri yang meningkat 1,77%.
Adapun nilai transaksi bersih asing negatif Rp84,171 miliar dengan aksi jual asing Rp2,59 triliun berbanding aksi beli asing sebesar Rp2,50 triliun. Tercatat 178 saham menguat, 147 melemah dan 91 saham stagnan.
Sementara sektor saham yang mengalami penguatan adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PGAS, PT Astra International Tbk (ASII), OASA, dan HEXA. Saham-saham yang mengalami tekanan LPGI, PT Mayora (MYOR), MREI, STTP, dan POOL.
(ven)
Lihat Juga :