Rupiah Ditutup Berhasil Menyundul Sembilan Poin

Senin, 18 Juli 2016 - 17:08 WIB
Rupiah Ditutup Berhasil...
Rupiah Ditutup Berhasil Menyundul Sembilan Poin
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat alias USD berakhir menguat pada perdagangan Senin (18/7/2016). Rupiah ditutup menyundul 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.087/USD. Padahal sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sempat memerah.

Sebelumnya pada pagi tadi, mata uang Garuda dibuka turun tipis 10 poin tipis 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.106/USD. Dan pada jeda siang, rupiah kembali melemah 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.145/USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.070-Rp13.148/USD.

Melemahnya rupiah disebabkan menguatnya indeks USD terhadap sekeranjang mata uang dunia, setelah perbaikan data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu.

Namun, diakhir perdagangan, rupiah berhasil menjungkirbalikkan keadaan dan naik 9 poin. Menguatnya rupiah ditengarai imbas dari realisasi tax amnesty alias pengampunan pajak.

Sementara itu data Yahoo Finance, Senin (18/7/2016), rupiah ditutup terapresiasi 5 poin atau 0,03% ke level Rp13.085/USD. Dimana sebelumnya, rupiah dibuka Rp13.090/USD.

Adapun data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke Rp13.130/USD, dimana pagi tadi rupiah dipatok Rp13.125/USD.

Dan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Senin (18/7/2016), mata uang Garuda dipatok Rp13.112/USD alias terdepresiasi 26 poin atau 0,19% dari penutupan akhir pekan sebesar Rp13.086/USD.

Di pasar mata uang, indeks dolar Amerika Serikat (USD) berotot terhadap sekeranjang mata uang dunia. Melansir CNBC, Senin (18/7/2016), indeks USD naik dari 96.00 pada pekan lalu menjadi 96,579 pada 03:24 HK/SIN. Analis mengatakan menguatnya mata uang Abang Sam terkait dengan perbaikan data ekonomi di AS yang lebih cantik dari perkiraan yang dirilis akhir pekan lalu.

Hal ini membuat Yuan China melemah ke faktor psikologis. Reuters pada Senin (18/7/2016) melaporkan yuan diperdagangkan 6,7003 terhadap USD pada 4:50 (08:50 GMT), terlemah sejak November 2010. Sebelumnya pada hari Jumat (15/7), yuan ditutup pada 6,6883 per USD. Yuan sekarang kehilangan lebih dari 3% dari nilainya terhadap USD pada tahun 2016 ini.

Sementara itu, Yen Jepang diperdagangkan melemah terhadap USD, yaitu 105,83/USD, setelah sebelumnya sempat menguat dan mendekati level 100, pada minggu lalu.

Begitu pula dolar Australia yang diperdagangkan melemah 0,7602/USD, setelah sebelumnya berada di level 0,7572 per USD. Aussie sempat menerima dorongan pada pekan lalu dari data pertumbuhan semester I China yang lebih baik dari perkiraan, pasalnya China merupakan mitra dagang utama bagi Australia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
8 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
9 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved