Rupiah Dibuka Melemah, Menunggu Hasil RDG Bank Indonesia
Rabu, 20 Juli 2016 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Melemah, Menunggu Hasil RDG Bank Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah. Pada perdagangan Rabu (20/7/2016), rupiah dibuka terpukul 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.107/USD.
Sebelumnya, pada penutupan Selasa kemarin, rupiah berakhir menunduk 2 poin atau 0,02% ke Rp13.089/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan menguatnya laju USD menjadi penghalang bagi mata uang Garuda untuk membalikkan arah untuk menguat. Selain itu, melemahnya rupiah akibat sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. “Hasil rapat ini akan mengetahui arah kebijakan moneter Bank Indonesia,” ujarnya, Rabu (20/7/2016).
Hari ini, RDG Bank Indonesia sedang berlangsung sejak kemarin, dan keputusan yang dinantikan pasar adalah kebijakan suku bunga acuan (BI rate).
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah dibuka stagnan yaitu Rp13.095, dimana pada penutupan Selasa juga bersemayam di level Rp13.095/USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu (20/7/2016), rupiah dibuka Rp13.100/USD, terdepresiasi 0,10% atau 14 poin dari posisi Rp13.086/USD, pada patokan Selasa kemarin.
Sementara itu, di pasar mata uang, indeks USD menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, yaitu 97,097. Data perumahan AS yang positif yang dilansir Selasa kemarin, telah membonceng USD menjadi lebih gagah.
Melansir dari Reuters, Rabu (20/7), USD diperdagangkan pada ¥ JPY105,89 per USD. Ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneter akhir bulan ini telah membebani yen. Sementara Euro stabil di EUR 1,1009/USD, setelah tergelincir ke palung selama tiga pekan.
Dolar Australia berdiri hampir flat di level AUD0,7504/USD, setelah jatuh 1,1% pada Selasa kemarin, akibat terseret dolar Selandia Baru yang melemah oleh spekulasi yang berkembang bahwa bank sentral di Negeri Kiwi akan memotong suku bunga pada bulan Agustus besok.
Sebelumnya, pada penutupan Selasa kemarin, rupiah berakhir menunduk 2 poin atau 0,02% ke Rp13.089/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan menguatnya laju USD menjadi penghalang bagi mata uang Garuda untuk membalikkan arah untuk menguat. Selain itu, melemahnya rupiah akibat sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. “Hasil rapat ini akan mengetahui arah kebijakan moneter Bank Indonesia,” ujarnya, Rabu (20/7/2016).
Hari ini, RDG Bank Indonesia sedang berlangsung sejak kemarin, dan keputusan yang dinantikan pasar adalah kebijakan suku bunga acuan (BI rate).
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah dibuka stagnan yaitu Rp13.095, dimana pada penutupan Selasa juga bersemayam di level Rp13.095/USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu (20/7/2016), rupiah dibuka Rp13.100/USD, terdepresiasi 0,10% atau 14 poin dari posisi Rp13.086/USD, pada patokan Selasa kemarin.
Sementara itu, di pasar mata uang, indeks USD menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, yaitu 97,097. Data perumahan AS yang positif yang dilansir Selasa kemarin, telah membonceng USD menjadi lebih gagah.
Melansir dari Reuters, Rabu (20/7), USD diperdagangkan pada ¥ JPY105,89 per USD. Ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneter akhir bulan ini telah membebani yen. Sementara Euro stabil di EUR 1,1009/USD, setelah tergelincir ke palung selama tiga pekan.
Dolar Australia berdiri hampir flat di level AUD0,7504/USD, setelah jatuh 1,1% pada Selasa kemarin, akibat terseret dolar Selandia Baru yang melemah oleh spekulasi yang berkembang bahwa bank sentral di Negeri Kiwi akan memotong suku bunga pada bulan Agustus besok.
(ven)