Dua Tahun Lagi, Pemangkir Pajak Jadi Musuh Dunia
Kamis, 21 Juli 2016 - 11:57 WIB
Dua Tahun Lagi, Pemangkir Pajak Jadi Musuh Dunia
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Indonesia pada 2018 akan memberlakukan sistem informasi terbuka di bidang perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI). Jika sistem tersebut telah diberlakukan, maka para pemangkir pajak akan jadi musuh bersama dunia.
Dia mengatakan, program pengampunan pajak sedianya menjadi keringanan bagi para pengusaha sebelum keterbukaan informasi perpajakan dilakukan. Pengusaha diberi kesempatan untuk melaporkan pajak dengan benar agar di kemudian hari tidak kena sanksi.
"2018 kalau sudah berlaku sistem informasi terbuka di bidang pajak, maka siapa yang melakukan pelanggaran jadi musuh bersama dunia. Jadi ini kemurahan agar kita tidur dengan enak," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2018).
Menurutnya, pengusaha yang tidak mau mendapat kemurahan dari negara ini maka akan kena getahnya. Pada 2018, mereka yang mangkir dan tidak melaporkan pajaknya dengan benar akan segera ketahuan dan siap-siap kena sanksi pidana.
"Mau tebus terus lega atau ungkit lalu tangkap, pilih mana? 2018 akan menjadi musuh bersama siapa yang tidak bayar pajak. Karena itu kenapa pemerintah memilih tahun ini," imbuh dia. (Baca: Amnesti Pajak Bisa Buat Pengusaha Tidur Nyenyak)
Apalagi, sambung politisi Partai Golkar ini, Indonesia pada tahun ini juga akan memperbaiki seluruh sistem teknologi perpajakan. Dengan perbaikan sistem tersebut, maka transaksi apapun akan dapat dipantau oleh pemerintah.
"Indonesia tahun ini akan memperbaiki seluruh sistem teknologi perpajakan. Perbaikan harus selesai tahun depan. Transaksi semua akan terpantau, jadi sebelum itu, mari kita berdamai. Ungkap, tebus, Anda tidur nyenyak," tandasnya.
Dia mengatakan, program pengampunan pajak sedianya menjadi keringanan bagi para pengusaha sebelum keterbukaan informasi perpajakan dilakukan. Pengusaha diberi kesempatan untuk melaporkan pajak dengan benar agar di kemudian hari tidak kena sanksi.
"2018 kalau sudah berlaku sistem informasi terbuka di bidang pajak, maka siapa yang melakukan pelanggaran jadi musuh bersama dunia. Jadi ini kemurahan agar kita tidur dengan enak," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2018).
Menurutnya, pengusaha yang tidak mau mendapat kemurahan dari negara ini maka akan kena getahnya. Pada 2018, mereka yang mangkir dan tidak melaporkan pajaknya dengan benar akan segera ketahuan dan siap-siap kena sanksi pidana.
"Mau tebus terus lega atau ungkit lalu tangkap, pilih mana? 2018 akan menjadi musuh bersama siapa yang tidak bayar pajak. Karena itu kenapa pemerintah memilih tahun ini," imbuh dia. (Baca: Amnesti Pajak Bisa Buat Pengusaha Tidur Nyenyak)
Apalagi, sambung politisi Partai Golkar ini, Indonesia pada tahun ini juga akan memperbaiki seluruh sistem teknologi perpajakan. Dengan perbaikan sistem tersebut, maka transaksi apapun akan dapat dipantau oleh pemerintah.
"Indonesia tahun ini akan memperbaiki seluruh sistem teknologi perpajakan. Perbaikan harus selesai tahun depan. Transaksi semua akan terpantau, jadi sebelum itu, mari kita berdamai. Ungkap, tebus, Anda tidur nyenyak," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :