Tax Amnesty Dijegal, JK Sebut Bukti Banyak Uang WNI di Singapura
Kamis, 21 Juli 2016 - 15:48 WIB
Tax Amnesty Dijegal, JK Sebut Bukti Banyak Uang WNI di Singapura
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memaklumi, langkah Singapura untuk menjegal dan menggagalkan upaya pemerintah memulangkan dana-dana Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di negara tersebut. Menurutnya, langkah itu membuktikan bahwa dugaan banyak dana WNI di Negeri Singa Putih tersebut benar adanya.
Dia mengatakan, upaya Singapura untuk menggagalkan program amnesti pajak yang tengah berlangsung di Indonesia adalah semata untuk membentengi dana tersebut agar tidak lari dari negara mereka. Hal ini semata-mata bertujuan agar Singapura tetap bisa bertahan. (Baca: JK: Tax Amnesty Itu Pengampunan Dosa Berjamaah)
"Ya semua negara pasti ingin survive, itu (langkah Singapura jegal tax amnesty) berarti membuktikan kebenaran suatu analisa bahwa uang terbanyak di Singapura tuh dari Indonesia," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Kendati demikian, politisi Partai Golkar ini tidak gentar dengan niat Singapura tersebut. Dan tax amnesty dipastikan tetap berjalan. Jika memang WNI tersebut tetap tidak memindahkan uangnya ke Tanah Air, maka sistem keterbukaan informasi perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI) yang akan berlangsung pada 2018 akan membuka kedok mereka.
"Pada 2018, you tidak bisa begitu lagi karena semua sudah terbuka, karena itu maka kita akan bertindak lebih keras setelah ini," imbuh dia. (Baca: Dua Tahun Lagi, Pemangkir Pajak Jadi Musuh Dunia)
Pemerintah, sambung JK, juga akan mengambil tindakan lebih keras lagi kepada mereka yang tetap keukeuh menyimpan uangnya di luar negeri. "Kalau datanya ada, tangkap orangnya, bayar dendanya. Kalau ini kan dibawanya tidak dibereskan. Kalau ditangkap justru dinaikkan," tandasnya.
Dia mengatakan, upaya Singapura untuk menggagalkan program amnesti pajak yang tengah berlangsung di Indonesia adalah semata untuk membentengi dana tersebut agar tidak lari dari negara mereka. Hal ini semata-mata bertujuan agar Singapura tetap bisa bertahan. (Baca: JK: Tax Amnesty Itu Pengampunan Dosa Berjamaah)
"Ya semua negara pasti ingin survive, itu (langkah Singapura jegal tax amnesty) berarti membuktikan kebenaran suatu analisa bahwa uang terbanyak di Singapura tuh dari Indonesia," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Kendati demikian, politisi Partai Golkar ini tidak gentar dengan niat Singapura tersebut. Dan tax amnesty dipastikan tetap berjalan. Jika memang WNI tersebut tetap tidak memindahkan uangnya ke Tanah Air, maka sistem keterbukaan informasi perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI) yang akan berlangsung pada 2018 akan membuka kedok mereka.
"Pada 2018, you tidak bisa begitu lagi karena semua sudah terbuka, karena itu maka kita akan bertindak lebih keras setelah ini," imbuh dia. (Baca: Dua Tahun Lagi, Pemangkir Pajak Jadi Musuh Dunia)
Pemerintah, sambung JK, juga akan mengambil tindakan lebih keras lagi kepada mereka yang tetap keukeuh menyimpan uangnya di luar negeri. "Kalau datanya ada, tangkap orangnya, bayar dendanya. Kalau ini kan dibawanya tidak dibereskan. Kalau ditangkap justru dinaikkan," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :