Laba Bersih BNI Naik 79,9% Tembus Rp4,37 Triliun
Jum'at, 22 Juli 2016 - 16:27 WIB
Laba Bersih BNI Naik 79,9% Tembus Rp4,37 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp4,37 triliun pada semester I/2016. Angka tersebut naik 79,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,4 triliun.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) naik 11,7% secara year on year (yoy) dari tahun lalu Rp12,45 triliun menjadi Rp13,9 triliun. Pendapatan nonbunga tumbuh sebesar 28,7% dari Rp3,44 triliun jadi Rp4,43 triliun.
"Kenaikan laba bersih ditopang, antara lain kinerja fungsi intermediasi BNI yang tetap solid dalam penyaluran kredit, meskipun pada suku bunga kredit segmen kecil telah diturunkan secara selektif sejak awal April 2016 serta kondisi perekonomian yang melambat" ujar Direktur BNI Panji Irawan dalam paparan kinerja keuangan di Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Dia menyebutkan, untuk rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perusahaan berada di level 3% atau masih stabil dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu sedikit naik dibanding kuartal I/2016 yang sebesar 2,8%.
Selain itu, lanjut Panji, penyaluran kredit BNI naik 23,7% secara year on year mencapai Rp357 triliun. Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 19,6% menjadi sebanyak Rp391 triliun. "Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi dana murah sebesar 60,4%," pungkasnya.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) naik 11,7% secara year on year (yoy) dari tahun lalu Rp12,45 triliun menjadi Rp13,9 triliun. Pendapatan nonbunga tumbuh sebesar 28,7% dari Rp3,44 triliun jadi Rp4,43 triliun.
"Kenaikan laba bersih ditopang, antara lain kinerja fungsi intermediasi BNI yang tetap solid dalam penyaluran kredit, meskipun pada suku bunga kredit segmen kecil telah diturunkan secara selektif sejak awal April 2016 serta kondisi perekonomian yang melambat" ujar Direktur BNI Panji Irawan dalam paparan kinerja keuangan di Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Dia menyebutkan, untuk rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perusahaan berada di level 3% atau masih stabil dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu sedikit naik dibanding kuartal I/2016 yang sebesar 2,8%.
Selain itu, lanjut Panji, penyaluran kredit BNI naik 23,7% secara year on year mencapai Rp357 triliun. Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 19,6% menjadi sebanyak Rp391 triliun. "Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi dana murah sebesar 60,4%," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :