Poundsterling Terperosok, Rupiah Ditutup Naik Tipis

Jum'at, 22 Juli 2016 - 17:05 WIB
Poundsterling Terperosok,...
Poundsterling Terperosok, Rupiah Ditutup Naik Tipis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini bergerak naik tipis dari penutupan kemarin. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi di tengah melemahnya poundsterling terhadap USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.095/USD atau menguat tipis jika dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.099/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.084-Rp13.125/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir ada di posisi Rp13.120/USD atau membaik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.130/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.102/USD. Posisi ini tercatat membaik dari posisi sebelumnya di level Rp13.122/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir malam tercatat melemah tipis ke level Rp13.105/USD dengan kisaran harian Rp13.070-Rp13.114/USD. Posisi rupiah memperlihatkan pelemahan dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (22/7/2016) Poundsterling menyelam setelah survei menunjukkan aktivitas bisnis layu di tengah suara Brexit, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England harus merangsang pertumbuhan.

Indeks saham Inggris terhapus kerugian sebelumnya untuk perdagangan yang lebih tinggi, didorong sebagian oleh mata uang lemah, yang harus meningkatkan pendapatan eksportir, dan harapan stimulus moneter.

Survei manajer pembelian atau PMI sektor jasa jatuh ke angka 47,4 pada Juli dari sebelumnya 52,3. Penurunan paling tajam sejak pencatatan dimulai pada 1996 dan angka terendah sejak Maret 2009. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan jauh lebih kecil ke angka 49,2.

PMI manufaktur jatuh ke level 49,1 dari 52,1 pada Juni, terendah sejak Februari 2013. Indeks komposit, yang menggabungkan layanan dan manufaktur, merosot ke angka 47,7 dari sebelumnya 52,4, atau terendah sejak April 2009.

Poundsterling terhadap USD turun 0,5% ke posisi rendah pada hari ini ke level 1,3165 dari sebelumnya 1,3270. Euro naik ke level tertinggi dari 83,785 pence, naik dari sebelumnya sekitar 83,12.

"Sterling telah terpukul cukup keras seperti yang Anda harapkan setelah angka PMI yang sangat miskin," kata Richard Wiltshire, kepala FX broker, ETX Capital.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved