Susi Janji Libas Pengusaha yang Kuasai Tanah di Muara Baru

Selasa, 26 Juli 2016 - 18:53 WIB
Susi Janji Libas Pengusaha...
Susi Janji Libas Pengusaha yang Kuasai Tanah di Muara Baru
A A A
JAKARTA - Dikenal kerap meledakkan kapal yang melakukan illegal fishing, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menebar "ancaman". Kali ini, Susi berjanji akan "melibas" para pengusaha yang selama ini memonopoli dan menguasai tanah di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara.

Pasalnya, akibat monopoli tersebut, masyarakat sekitar harus rela bertumpuk berjualan di Pasar Muara Baru yang kotor dan sempit.

Dia mengungkapkan, PT Perikanan Indonesia (Persero) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memiliki tanah sekitar 110 hektare (ha) di wilayah tersebut. Namun, pemerintah tidak bisa bergerak leluasa untuk melakukan pembangunan lantaran tanah dikuasai oleh segelintir pengusaha.

"Selama ini enggak bisa ngapa-ngapain karena sudah disewa dengan harga yang tidak masuk akal, satu hektar itu hanya Rp10 juta per tahun. Nah itu disewa oleh kelompok, oleh satu dua tiga pengusaha, disewakan lagi," katanya di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Mirisnya, masyarakat yang tinggal dan bermata pencaharian di wilayah tersebut harus rela bertumpuk berjualan ikan di pasar Muara Baru yang kotor dan sempit. Setidaknya, terdapat 5.000 pedagang yang berhimpitan berjualan di lokasi tersebut. (Baca: Menteri Susi Merasa Difitnah Soal Reklamasi Teluk Benoa)

"Lima ribuan orang berjualan, belum pendatang dan pembeli, pasarnya sempit kotor. Kita mau bangunkan untuk mereka saja lokasinya susah. Kita naikkan harga untuk para pengusaha yang menguasai tanah itu," tegas dia.

Karena itu, sambung mantan Bos Susi Air ini, pemerintah mau tidak mau harus bersikap tegas dengan menghilangkan praktik monopoli lahan di wilayah tersebut. Pihaknya akan membangun Muara Baru menjadi pasar perikanan terbesar seperti di Tsukiji Fish Market di Tokyo, Jepang.

Susi mengaku akan mulai membangun pasar di lahan seluas satu hektar untuk menampung 5.000 pedagang yang ada di Muara Baru. Tak hanya itu, dia juga akan membuat pusat pelelangan ikan yang selama ini dilakukan di gudang masing-masing.

"Kapal ikan bongkar itu di pelelangan. Bukan di gudang tangkahan. Sekarang ini kapal masuk ke gudangnya masing-masing. Itu tidak boleh karena kita susah pencatatan. Kita ingin menuju dari IUU Fishing menjadi Legal Regulated Reported Fishing," tegasnya.

Dari kegiatan perikanan illegal, unreported and unregulated (IUU) Fishing alias kegiatan perikanan yang tidak sah menjadi kegiatan perikanan yang sah dan tercatat resmi.

Dia berharap, dengan cara ini maka kondisi serta sistem bisnis perikanan di Tanah Air bisa lebih baik. "Tidak dimonopoli segelintir pengusaha. Dimana kita sebagai pemerintah mau bangun apa saja di tanah kita enggak bisa. Itu satu hal yang luar biasa dan ini tidak patut terjadi," pungkas Susi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Aplikasi Bank Genetik...
Aplikasi Bank Genetik Ikan Hadir, KKP Gali Informasi Spesies Ikan Indonesia
Penjualan Ikan Tidak...
Penjualan Ikan Tidak Terpengaruh Pandemi Corona
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Menteri Edhy: Narkoba...
Menteri Edhy: Narkoba No, Makan Ikan Yes!
Luncurkan Aplikasi Genetik...
Luncurkan Aplikasi Genetik Ikan Indonesia, Menteri Edhy: Ini Bukan Pencitraan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved