alexametrics

Menteri Edhy: Narkoba No, Makan Ikan Yes!

loading...
Menteri Edhy: Narkoba No, Makan Ikan Yes!
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo turut menyerukan perang terhadap narkoba. Bahkan, ia meminta para nelayan serta stakeholder sektor kelautan dan perikanan untuk bersama-sama memerangi narkoba. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Narkoba merupakan salah satu ancaman nyata bagi Indonesia, terutama generasi muda. Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), sepanjang 2019, prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 1,8%.

Menilik fakta tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo turut menyerukan perang terhadap narkoba. Bahkan, ia meminta para nelayan serta stakeholder sektor kelautan dan perikanan untuk bersama-sama memerangi narkoba.

"Narkoba adalah musuh kita bersama dan perang terhadap narkoba harus terus kita gaungkan demi menyelamatkan generasi muda," kata Menteri Edhy usai mengikuti puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional secara daring, Jumat (26/6/2020).



(Baca Juga: Sambut Normal Baru, KKP Hadirkan Inovasi Demi Pelayanan Prima)

Dia akan selalu pasang badan jika terjadi kriminalisasi terhadap nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sebaliknya, ia bakal menutup mata apabila ada oknum nelayan yang turut terlibat dalam kejahatan narkotika.

"Kita sama-sama jaga laut kita. Tapi kalau (nelayan) ikut membantu penyelundupan narkoba, maaf itu sudah kejahatan kemanusiaan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy juga mengajak generasi muda untuk makan ikan ketimbang mengonsumsi narkoba. Selain membuat tubuh menjadi sehat, ikan juga bisa meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19. "Konsumsi narkoba no, konsumsi ikan yes," kata Menteri Edhy.

(Baca Juga: Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun)

Seperti diketahui, tiap 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Adapun tema tahun ini yakni 'Hidup 100% di Era New Normal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia tanpa Narkoba.

Peringatan HANI sendiri digagas oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sejak 26 Juni 1988 sebagai simbol perlawanan terhadap narkotika.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top