Pelemahan Rupiah Diramal Masih Berlanjut
Rabu, 27 Juli 2016 - 09:31 WIB
Pelemahan Rupiah Diramal Masih Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan lanjutan harga minyak dunia membuat rupiah sebagai mata uang yang berbasis komoditas bergerak tertekan sepanjang perdagangan kemarin. Kondisi serupa diprediksi masih akan terjadi pada tengah pekan ini, dan bakal bergerak di level support Rp13.208/USD serta resisten Rp13.151/USD.
"Meski masih dalam kategori melemah tipis, namun pergerakan rupiah berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya jika tidak adanya sentimen positif yang menahan pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (27/6/2016).
Sementara, laju mata uang USD terlihat masih belum mampu untuk berbalik menguat pada perdagangan kemarin. Terlihat, GBP, EUR, AUD, maupun NZD masih mampu untuk melanjutkan trend positifnya terhadap USD.
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Yen)
Di sisi lain, pelemahan USD ini secara umum masih belum mampu untuk mendongkrak laju rupiah setelah hanya bergerak cenderung flat. "Terbatasnya pergerakan rupiah seiring dengan masih minimnya sentimen positif dalam negeri pasca sentimen terkait tax amnesty mulai berangsur berkurang," pungkasnya.
"Meski masih dalam kategori melemah tipis, namun pergerakan rupiah berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya jika tidak adanya sentimen positif yang menahan pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (27/6/2016).
Sementara, laju mata uang USD terlihat masih belum mampu untuk berbalik menguat pada perdagangan kemarin. Terlihat, GBP, EUR, AUD, maupun NZD masih mampu untuk melanjutkan trend positifnya terhadap USD.
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Yen)
Di sisi lain, pelemahan USD ini secara umum masih belum mampu untuk mendongkrak laju rupiah setelah hanya bergerak cenderung flat. "Terbatasnya pergerakan rupiah seiring dengan masih minimnya sentimen positif dalam negeri pasca sentimen terkait tax amnesty mulai berangsur berkurang," pungkasnya.
(akr)