Ditjen Bea Cukai Pangkas Waktu Bongkar Muat Impor Daging Sapi

Jum'at, 29 Juli 2016 - 19:19 WIB
Ditjen Bea Cukai Pangkas...
Ditjen Bea Cukai Pangkas Waktu Bongkar Muat Impor Daging Sapi
A A A
JAKARTA - Melonjaknya harga daging sapi sebelum Ramadhan hingga sekarang, membuat pemerintah melakukan langkah instan: mengimpor daging sapi. Tujuannya demi menstabilkan harga daging sapi di pasaran. Namun, proses pengiriman daging sapi ini menjadi perhatian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) Kementerian Keuangan.

Dirjen Bea dan Cukai, Geru Pambudi menyatakan, paska dibukanya keran impor daging sapi, pihaknya siap melakukan koordinasi lintas sektoral. Diantaranya dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, membuat Tim Terpadu Penanganan dan Pengendalian Pangan.

Tim ini bertugas untuk menstabilkan harga bahan pokok beserta pasokannya. Dan tugas Ditjen Bea Cukai, kata Heru, memantau prosedur masuknya impor daging sapi. Apakah mereka masuk melalui jalur hijau, kuning, atau merah.

Nah, bila mereka masuk jalur hijau, maka proses bongkar muatnya akan dipermudah. Ditjen Bea Cukai mulai menerapkan konsep Indonesia Single Risk Management (ISRM) atau pemeriksaan fisik hanya dilakukan oleh satu instansi. “Sekarang bongkar muat sudah di angka 2,50 hari dari sebelumnya lebih dari lima hari,” ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Penerapan ISRM ini untuk memangkas waktu proses bongkar muat di pelabuhan. Dengan kegiatan di hulu yang cepat akan mempermudah kegiatan hilir alias pendistribusian daging sapi, yang ujung-ujungnya diharapkan dapat menstabilkan harga. (Baca: Peran Bulog Penyangga dan Penstabil Harga Daging Tak Maksimal)

“Asal lengkap semua syarat dan perizinannya, sekarang sudah tidak ada lagi kontainer yang kami tahan, silakan cek di lapangan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk yang masuk jalur merah, akan ditahan lebih lama yakni hingga dua hari. Importir yang masuk jalur ini, dan memiliki riwayat tidak terlalu baik, akan dibuka kontainernya untuk dicek. "Jadi, paling lama dua hari untuk yang jalur merah. Kalau yang jalur kuning, paling kita hanya x-ray saja," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved