Menteri Sulit Tentang Kebijakan Ekonomi Mustahil Jokowi

Senin, 01 Agustus 2016 - 16:12 WIB
Menteri Sulit Tentang...
Menteri Sulit Tentang Kebijakan Ekonomi Mustahil Jokowi
A A A
JAKARTA - Ekonom Faisal Basri mengemukakan, kebijakan ekonomi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mustahil tercapai sulit ditentang oleh menterinya. Setiap keputusan yang diambil selalu diiyakan.

Dia mengungkapkan, semua kebijakan Jokowi mulai dari target penerimaan pajak hingga indeks kemudahan usaha tidak bisa ditolak menteri terkait. Padahal, semua itu hampir nyaris mustahil untuk diwujudkan karena targetnya terlalu tinggi dan kadang memaksa.

"Contoh pajak naik 30%, menteri keuangan bingung, pajak mestinya naik 15%, lalu ya (Jokowi bilang) tax amnesty saja bawa uang ke Indonesia. Lalu menteri bilang 'ya siap pak'. Kedua, kita masuk anggota OPEC lagi enggak ditentang menterinya, kita ini sudah importir (OPEC produsen). Peringkat kemudahan usaha juga ingin di bawah 40, 'iya siap pak' lagi," bebernya di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Dia mengatakan, Jokowi lalu mengeluarkan berbagai paket kebijakan guna mewujudkan keinginan ambisius tersebut. Sayang, isi dan hasil insentif tidak nyambung dan banyak rekomendasi menteri yang hanya bersifat 'menyenangkan'.

"Maka dibikin paket ini supaya capai tujuan mustahil itu tercapai. Paket dan hasil enggak nyambung karena hanya untuk menyenangkan Presidennya. Apalagi? Pokoknya daging sapi Rp80 ribu/kg tanpa alasan, pokoknya tol laut turunkan harga daging, jalan tol Sumatera 2.000 Km ditender enggak ada yg mau lalu ditunjuk Hutama Karya, pokoknya tol trans Sulawesi jalan, pokoknya semua," ujarnya.

Sementara Peneliti Indef Imaduddin Abdullah mengatakan, paket kebijakan ekonomi di level daerah cenderung kurang terasa. Lebih berat ada di pemerintah pusat.

"Banyak urusan pemerintahan terkait bisnis harusnya selesai di daerah. Paket ekonomi pemerintah cenderung belum menyasar dengan paket tersebut," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
TIMING
TIMING
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Kebijakan Insentif Pajak...
Kebijakan Insentif Pajak Menopang Pemulihan Ekonomi
Hattrick: Penguatan...
Hattrick: Penguatan Fondasi Fiskal Indonesia
Purbaya: Pajak Naik...
Purbaya: Pajak Naik Terus Menerus Bisa Bunuh Ekonomi
Bayar Pajak kewajiban...
Bayar Pajak kewajiban konstitusi seluruh warga negara
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
41 menit yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
14 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved