Kabinet Abe Kucurkan Paket Stimulus Fiskal 13,5 Triliun Yen

Selasa, 02 Agustus 2016 - 15:17 WIB
Kabinet Abe Kucurkan...
Kabinet Abe Kucurkan Paket Stimulus Fiskal 13,5 Triliun Yen
A A A
TOKYO - Untuk memperkuat ekonomi yang lesu, Kabinet Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, akhirnya menyetujui paket stimulus ¥13,5 triliun alias USD132 miliar. Paket stimulus fiskal ini bertujuan menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi Jepang, yang selama ini dikenal sebagai negara ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Melansir CNBC, Selasa (2/8/2016), kebijakan fiskal ini terdiri dari ¥7,5 triliun untuk belanja pemerintah pusat dan daerah, dan ¥6 triliun untuk investasi dan program kredit, namun tidak termasuk dalam anggaran umum pemerintah. Dan stimulus ini merupakan bagian dari upaya Pemerintahan Abe untuk mengkoordinasikan kebijakan dengan Bank of Japan (BoJ).

Seperti dilansir Bloomberg, Abe mengatakan paket stimulus ini, lebih dititikberatkan pada investasi untuk memperluas ekonomi mereka. Seperti penyediaan fasilitas pelabuhan yang lebih baik dan mempercepat pembangunan transportasi kereta cepat, maglev.

Selain itu, sebanyak ¥1,3 triliun akan digunakan untuk mengurangi risiko Brexit serta membantu perusahaan skala kecil dan menengah. Adapun dana sebesar ¥2,7 triliun yen untuk bantuan terhadap perbaikan atas gempa Kumamoto dan bencana Tohoku.

Pemerintah mengatakan mereka berharap stimulus ini bisa menjadi doping dalam memacu otot produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,3% dalam waktu dekat. Paket ini akan dilaksanakan selama beberapa tahun, seperti yang dikabarkan oleh Reuters, Selasa (2/8/2016).

Abe berusaha untuk memperluas ekonomi sebesar 20% pada tahun 2020 mendatang. Termasuk mengulang tiga tahun awal keberhasilannya, yang dikenal dengan sebutan “Abenomics”. Yaitu kebijakan moneter yang sangat akomodatif, pengeluaran fleksibel dan reformasi ekonomi secara struktural.

"Paket ekonomi ini bertujuan untuk melakukan investasi masa depan. Dengan paket ini, kami akan melanjutkan tidak hanya merangsang permintaan tapi juga mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Abe seperti dilansir Reuters.

Untuk menggapai perluasan ekonomi 20%, Abe berjanji meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan angka kelahiran dan menyediakan fasilitas perawatan lebih untuk anak-anak dan orang tua.

Menariknya, paket ini datang sehari sebelum perombakan kabinet kecil, dimana sebagian besar menteri senior diharapkan tetap berada di pos mereka. Kantor berita Jepang, NHK menyebut setelah paket ini terbit, muncul spekulasi bahwa Menteri Ekonomi Jepang, Nobuteru Ishihara akan diganti namun Menteri Keuangan Taro Aso dan Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dikabarkan akan mempertahankan jabatan mereka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Resesi Seks Bikin Jepang...
Resesi Seks Bikin Jepang Lengser dari Peringkat Ketiga Ekonomi Terbesar Dunia
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
2 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
3 jam yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
4 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
4 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved