Para Menteri Diberi Waktu 3 Bulan Rumuskan Ketersediaan Pangan

Kamis, 04 Agustus 2016 - 15:10 WIB
Para Menteri Diberi...
Para Menteri Diberi Waktu 3 Bulan Rumuskan Ketersediaan Pangan
A A A
JAKARTA - Fluktuasi harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri lalu, membuat Kabinet Kerja pening. Karena itu, Presiden Jokowi memberi waktu tiga bulan untuk line-up terbarunya, merumuskan kebijakan jangka menengah dan panjang soal ketersediaan pangan.

Instruksi di atas disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. Darmin menyatakan pihaknya diberi waktu oleh Presiden selama tiga bulan guna merumuskan kebijakan ketersediaan pangan. Pasalnya, sejak Juli hingga akhir tahun nanti, BMKG memprediksi akan La Nina atau musim kemarau basah.

Anomali cuaca oleh La Nina akan mempengaruhi pasokan pangan dan berdampak terhadap ketersediaan pangan bagi masyarakat di Indonesia.

"Kalau untuk pangan, kami masih diberi waktu oleh Presiden selama tiga bulan untuk merumuskan kebijakan jangka menengah panjang. Presiden mengatakan kalau memang belum cukup, kita harus berani impor. Kalau lebih, harus berani ekspor. Apalagi katanya ada La Nina," kata Darmin di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Untuk itu, terang dia, para menteri diminta untuk membangun, bukan hanya kebijakan juga secara kelembagaan untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan ini. (Baca: Presiden Desak Seluruh Pemda Bentuk Tim Pengendali Inflasi)

"Kita harus mereview soal pasar yang kita punyai. Pasar induk saja kita tidak punya, pasar induk yang baik ya. Apalagi pasar pengumpul di daerah-daerah. Jadi ada banyak hal," sambungnya.

Selain itu, dalam urusan logistik harus dibahas secara komprehensif. Untuk itu, pemerintah sedang merumuskan segera bisa diselesaikan secara cepat dalam beberapa bulan mendatang.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini berikhtiar akan menyelesaikan dalam tempo dua hingga tiga bulan. "Jadi nanti kebijakannya akan kami gambarkan dengan jelas. Beras kapan bisa swasembada, begitu pula gula. Jadi yang utama soal beras, gula, daging dan jagung," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved