DPR Duga Ada Pejabat Bermain di Balik Rencana PLN Akuisisi PGE

Minggu, 07 Agustus 2016 - 13:33 WIB
DPR Duga Ada Pejabat...
DPR Duga Ada Pejabat Bermain di Balik Rencana PLN Akuisisi PGE
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Asman Natawijana menolak keras rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakuisisi Pertamina Geothermal Energy (PGE). Terlebih, ada aroma intervensi dari oknum pejabat pemerintah terkait rencana tersebut.

Menurutnya, sesuai UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN, hanya organ perseroan yang boleh mengatur perseroan. Organ perseroan tersebut adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), komisaris, dan direksi.

"Jadi, selain ketiga organ tersebut, dilarang turut campur urusan perseroan. Siapapun dilarang melakukan intervensi, termasuk pejabat kementerian sekalipun. Apalagi memerintahkan direksi untuk ini dan itu, termasuk mengakuisisi PGE. Jika itu terjadi, berarti sudah melanggar UU tersebut," katanya dalam keterangan yang diterima Sindonews, Jakarta, Minggu (7/8/2016).

Azam merasa khawatir ada pihak-pihak yang diuntungkan dengan rencana akuisisi tersebut. Karena dengan akuisisi, dipastikan pihak tersebut akan meraup untung besar dalam kondisi harga produksi geothermal seperti saat ini.

Dugaan adanya intervensi tersebut lantaran dalam pandangan Azam hal ini sangat aneh jika PLN ingin mengakuisisi PGE. Pasalnya, hingga saat ini banyak persoalan yang belum diselesaikan PLN.

Berdasarkan catatan Komisi VI, kinerja mereka memang kurang bagus. Bukan saja terkait proyek 35 Ribu MW, untuk proyek lain pun PLN banyak bermasalah.

"Jaringan belum selesai, pembangkitnya tidak diurus. PLN ngurus pekerjaan mereka sendiri yang di atas tanah saja belum selesai. Lalu mengapa tiba-tiba ingin mengakuisisi PGE? Ini kan aneh," tuturnya.

Salah satu contoh, ketika Komisi VI berkunjung ke Ternate. Ketika itu Wakil Gubernur Maluku Utara M Natsir Thaib berkeluh kesah. Pasalnya, meski banyak investor berminat membangun pembangkit di Maluku Utara, namun justru dihalangi-halangi PLN.

"Padahal, di Halmahera Utara listrik masih sering bermasalah, dua jam nyala delapan jam mati. Lebih baik, PLN konsentrasi ke tugas pokoknya terlebih dahulu, diselesaikan satu-satu," tutup Azam.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
1 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
2 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
5 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved