Progres Lamban, Pemerintah Keukeuh Kejar Target Proyek 35.000 MW

Minggu, 07 Agustus 2016 - 19:28 WIB
Progres Lamban, Pemerintah...
Progres Lamban, Pemerintah Keukeuh Kejar Target Proyek 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Alihudin Sitompul mengatakan, pemerintah tidak akan mengubah besaran target pembangunan program listrik 35 ribu megawatt (MW). Dalam Perpres No 4/2016 dijelaskan bahwa pemerintah sebagai stakeholder mengawal aturan ini.

"Dengan kata lain program 35 ribu MW ini adalah program Presiden dan menteri sebagai pembantu presiden. Sehingga, menteri baru pun tidak akan mengubah pandangan atau membuat target baru untuk program tersebut," katanya di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (7/8/2016).

Dia mengaku pada saat bertemu dengan pimpinan ESDM dan PLN, Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa salah satu target pihaknya yakni menyelesaikan Power Purchase Agreement (PPA), financial close berjalan dan regulasi yang menghambat harus diperbaiki.

"Termasuk bagaimana harga dan kenapa PPA itu kok lama. Jadi, sebetulnya arahannya jelas, semua masalah yang menghambat harus dihapus," kata Ali.

AMenurutnya, tidak ada perbedaan pandangan antara menteri Arcandra dengan menteri Sudirman Said dalam tugasnya mengawal program tersebut. "Enggak ada perbedaan sama sekali. Pandangan dan visi misinya sama," ujarnya.

Namun, menteri yang baru ini memiliki target untuk program besar kelistrikan tersebut harus segera menyelesaikan PPA dan segera melakukan lelang. "Targetnya 2019 kan selesai. Tentu seperti kemarin disampaikan bahwa membangun pembangkit itu tidak mudah. Untuk satu PLTU 1.000 MW butuh waktu 48 bulan, dan gas bisa setahun," imbuhnya.

Sampai saat ini, program 35 ribu MW yang sudah berjalan yakni pembangunan listrik 100 MW di Gorontalo yang juga sudah diresmikan Presiden Jokowi.

"Kalau ditanya saat ini ya belum jalan namun PPA sudah jalan. Financial close juga sudah ada, tapi belum semua karena kita harus yakinkan bankir dan perlu butuh waktu serta perlu kehati-hatian untuk memilih pengembang dan bank," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
12 menit yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
1 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
1 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
3 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
4 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
5 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved