Masalah Harga Daging Dimulai Sejak Pemerintahan SBY

Selasa, 09 Agustus 2016 - 16:52 WIB
Masalah Harga Daging...
Masalah Harga Daging Dimulai Sejak Pemerintahan SBY
A A A
JAKARTA - Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang mengungkapkan, masalah gejolak harga daging dimulai sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2012 silam. Waktu itu, pemerintah ingin ada swasembada pangan.

Sarman menjelaskan, keinginan itu sulit tercapai karena jumlah sapi di dalam negeri masih minim. Sehingga, pembatasan impor daging dan jeroan waktu itu malah membuat harga melonjak.

"Terus terang, sebetulnya sudah capek omongin daging. Sudah dari 2012, ada di tangan pemerintah (era SBY), masalahnya semangat pemerintah ingin swasembada daging, cikal bakal masalah," ujarnya dalam acara Roundtable Discussion Koran Sindo dan Sindonews.com di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Dia menjelaskan, periode itu, permintaan konsumsi daging terus meningkat namun suplai terbatas. Sedangkan, pemerintah terus menegaskan ketersediaan sapi masih banyak.

"Permintaan tinggi suplai terbatas. Pemerintah bilang, kita punya daging, punya sapi banyak, tenang saja. Pasar enggak bisa dibohongi, kalau pasar bergejolak, suplai dan demand enggak seimbang," tutur Sarman.

Untungnya, kata dia, pemerintah mulai menyadari pembatasan tersebut membuat harga naik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menargetkan harga daging sapi Rp80.000/kg ke menterinya dengan cara apapun termasuk membuka kembali impor daging dan jeroan.

"Saat ini pemerintah sudah mulai menyadari. Apalagi Pak Presiden enggak mau tahu harga daging Rp80.000/Kg," katanya.

Kebutuhan daging sapi, lanjut Sarman, tidak hanya untuk masyarakat umum tapi juga bisnis hotel, restoran, dan katering. Pemerintah tidak bisa menghindari permintaan yang terus meningkat ini.

"Kebutuhan daging bukan hanya masyarakat umum, hotel, restoran, katering. Harus tiap hari warung Padang di Jakarta pakai daging, misal ada 3.000 warung Padang kali sekilo saja tiap hari," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susilo Bambang Yudhoyono...
Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Tampil di Pestapora 2024
Two Season Dapur Cokelat,...
Two Season Dapur Cokelat, Kue Favorit Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
AHY, Perwira Berprestasi...
AHY, Perwira Berprestasi yang Memilih Terjun ke Dunia Politik
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
AHY Mengenang 2 Tahun...
AHY Mengenang 2 Tahun Cikeas Gelap: Seperti Hilang Auranya
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
18 menit yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
2 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
4 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
5 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
7 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved