BNI Kantongi Transaksi Tax Amnesty Rp29 Miliar

Kamis, 11 Agustus 2016 - 16:20 WIB
BNI Kantongi Transaksi...
BNI Kantongi Transaksi Tax Amnesty Rp29 Miliar
A A A
YOGYAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat transaksi dana wajib pajak untuk tax amnesty atau pengampunan pajak mencapai Rp29 miliar. Sementara wajib pajak yang melakukan transaksi mencapai 600 wajib pajak.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan transaksi yang dilakukan wajib pajak masih sebatas uang tebusan. Sementara transaksi repatriasi dana masih belum tercatat oleh perseroan, namun dirinya optimistis target dana repatriasi yang masuk ke BNI bisa mencapai Rp75 triliun.

“Transaksi uang tebusan terus naik setiap hari dan sebelum akhir Agustus akan ada lonjakan dibandingkan sebelumnya. Dana repatriasi kita targetkan bisa masuk Rp75 Triliun,” ujar Baiquni saat ditemui dalam acara pembukaan Kantor Wilayah BNI Yogyakarta di DIY Yogyakarta, Kamis (11/8/2016).

(Baca Juga: BNI Siapkan 1.800 Outlet Layani Peserta Tax Amnesty)

Dia menambahkan para wajib pajak sangat antusias untuk memanfaatkan program tax amnesty. Namun saat ini para wajib pajak masih membutuhkan waktu untuk melakukan kalkulasi dan juga menyiapkan dana untuk tebusan. Kedepannya dana program tax amnesty akan sangat berguna dan pihaknya berharap akan banyak dana yang masuk.

“Kami mentargetkan dana masuk tersebut untuk pertumbuhan bisnis. Kami butuh untuk likuiditas mengganti dana yang telah disalurkan untuk kredit dengan rata rata pertumbuhan masih di level 17-18% tahun ini,” ujarnya.

Perseroan juga mengembangkan strategi mencapai pertumbuhan dengan penambahan kantor wilayah baru yaitu Kantor Wilayah Yogyakarta dan Kantor Wilayah Malang. Pembukaan Kantor Wilayah Yogyakarta dan Malang tersebut dilaksanakan sebagai salah satu langkah strategis BNI dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat berpotensi melaju lebih pesat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Potensi Jawa Tengah sangat besar dengan kontribusi 7-8% terhadap total aset BNI. Setidaknya sekarang kontribusi Yogyakarta harus bisa 5-6% untuk total aset BNI. Karena tujuannya agar setiap wilayah semakin fokus dalam kembangkan bisnis dan mengejar pertumbuhan lebih cepat,” ujarnya.

Potensi bisnis dan ekonomi di kawasan Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat terdeteksi dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran Kredit yang tercatat di sebelum kedua wilayah baru tersebut dioperasikan.

DPK perbankan (dana nasabah) di Kabupaten/ Kota yang berada di area BNI Wilayah Yogyakarta tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir sebesar 16,01% per tahun. Hal ini diikuti dengan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan yang cukup atraktif yakni sebesar 19,12% per tahun.

Adapun DPK perbankan di Kabupaten/ Kota yang berada di area BNI Wilayah Malang tumbuh positif dengan rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir sebesar 14,8% per tahun. Hal ini seiring dengan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan yang cukup baik yakni sebesar 17,5% per tahun. DPK dan kredit perbankan yang terus tumbuh positif ini memberikan peluang bagi BNI untuk dapat meningkatkan penetrasi pasar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
15 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
31 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved