Rupiah Ditutup Bertambah 10 Poin ke Rp13.103/USD
Kamis, 11 Agustus 2016 - 17:00 WIB
Rupiah Ditutup Bertambah 10 Poin ke Rp13.103/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdasarkan indeks Bloomberg, pada Kamis (11/8/2016) berakhir menguat 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.103.
Sebelumnya rupiah dibuka pada posisi Rp13.113. Dan sepanjang hari ini, rupiah begerak di kisaran Rp13.098-Rp13.130/USD.
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, Kamis ini, mata uang Garuda berakhir ke level Rp13.120/USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, pada Kamis (11/8/2016), rupiah dibuka Rp13.113/USD, terapresiasi 10 poin dari Rp13.123/USD pada Rabu (10/8).
Penguatan rupiah ini seiring dengan masuknya dana repatriasi hasil amnesti pajak. Namun, di saat bersamaan indeks USD terpantau naik 0,17 poin ke level 95,82. Melansir Reuters, Kamis (11/8), investor sedang menunggu petunjuk dari Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen yang akan menaikkan suku bunga demi memberi stimulus penguatan ekonomi.
Greenback menguat setelah kabar data pekerjaan bulan Juli yang menguat, yang lebih baik dari perkiraan, meningkatkan prospek untuk peningkatan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.
"Suku bunga The Fed sepertinya menjadi seperti prospek jangka panjang pada pasar saat ini,” kata Vassili Serebriakov, kepala strategis forex di Credit Agricole di New York, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya rupiah dibuka pada posisi Rp13.113. Dan sepanjang hari ini, rupiah begerak di kisaran Rp13.098-Rp13.130/USD.
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, Kamis ini, mata uang Garuda berakhir ke level Rp13.120/USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, pada Kamis (11/8/2016), rupiah dibuka Rp13.113/USD, terapresiasi 10 poin dari Rp13.123/USD pada Rabu (10/8).
Penguatan rupiah ini seiring dengan masuknya dana repatriasi hasil amnesti pajak. Namun, di saat bersamaan indeks USD terpantau naik 0,17 poin ke level 95,82. Melansir Reuters, Kamis (11/8), investor sedang menunggu petunjuk dari Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen yang akan menaikkan suku bunga demi memberi stimulus penguatan ekonomi.
Greenback menguat setelah kabar data pekerjaan bulan Juli yang menguat, yang lebih baik dari perkiraan, meningkatkan prospek untuk peningkatan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.
"Suku bunga The Fed sepertinya menjadi seperti prospek jangka panjang pada pasar saat ini,” kata Vassili Serebriakov, kepala strategis forex di Credit Agricole di New York, seperti dikutip Reuters.
(ven)