Pangkas Anggaran, Cara Jokowi Amankan Pelaksanaan APBNP

Selasa, 16 Agustus 2016 - 14:52 WIB
Pangkas Anggaran, Cara...
Pangkas Anggaran, Cara Jokowi Amankan Pelaksanaan APBNP
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemerintah selama semester II/2016 telah melakukan langkah konsolidasi fiskal guna mengamankan pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Salah satunya, dengan melakukan pemangkasan anggaran belanja pemerintah khususnya belanja operasional dan belanja barang.

Dia mengatakan, konsolidasi fiskal juga dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan dunia usaha, serta menjadi basis perencanaan fiskal dan pembangunan yang lebih realistis untuk 2017. Oleh sebab itu, alokasi anggaran lebih diprioritaskan untuk upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan dan penciptaan lapangan kerja.

"Hasil penghematan itu selanjutnya dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan prioritas, terutama untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan memberikan stimulus kegiatan perekonomian," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Menurutnya, berbagai langkah pemerintah untuk menjaga stimulus fiskal di tengah tekanan melambatnya laju perekonomian global, telah mulai menuai hasil. Pada kuartal II/2016 ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18%, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1/2016 yang hanya tumbuh 4,91%.

"Pada kuartal II/2016, sektor-sektor terbesar seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor industriā€Ž pengolahan, dan sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan kuartal I/2016," imbuh dia.

Di sisi lain sambung Jokowi, inflasi yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat sejauh ini relatif terkendali. Laju inflasi Juli 2016 dibandingkan dengan bulan yang sama 2015, tercatat sebesar 3,21%. Sehingga inflasi kumulatif bulan Januari sampai Juli 2016 sebesar 1,76%.

"Realisasi inflasi Juli tahun ini merupakan angka terendah dalam 5 tahun terakhir. Indikator kesejahteraan sosial Indonesia dalam dua tahun terakhir ini juga terus menunjukkan peningkatan," tuturnya.

Tak hanya itu, data pada Maret 2016 menunjukkan tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86%. Tingkat ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio juga berhasil dikurangi menjadi 0,40. Dan tingkat pengangguran berhasil diturunkan menjadi 55,5%.

"Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia yang menunjukkan akses masyarakat terhadap sumber ekonomi, pendidikan, dan kesehatan terus mengalami kemajuan hingga mencapai angka 69,55 pada tahun 2015," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
34 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved